BERITAALTERNATIF.COM – Kekalahan Timnas Argentina dari Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026 dinilai menjadi pukulan telak bagi peluang Lionel Messi untuk meraih Ballon d’Or kesembilan sepanjang kariernya.
Pada laga final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1. Gol semata wayang Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan La Roja mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Tak hanya gagal mempertahankan gelar juara dunia, kekalahan ini membuat skuad Argentina juga harus rela melihat sejumlah penghargaan individu jatuh ke tangan punggawa Timnas Spanyol, terutama bagi sang kapten.
Meski menjadi tulang punggung permainan tim, kekalahan dramatis atas Spanyol di detik-detik terakhir menyebabkan Messi gagal meraih gelar Best Player turnamen usai FIFA secara resmi mengukuhkan kapten Spanyol Rodri sebagai pemain terbaik.
Di sisi lain, Kylian Mbappe sukses mengamankan posisinya dari la Pulga sebagai pencetak gol terbanyak setelah mengoleksi 10 gol sepanjang Piala Dunia tahun 2026 bergulir.
Dilansir dari France Football, aturan penilaian Ballon d’Or turut menjadi sorotan. France Football selaku penyelenggara penghargaan tersebut menegaskan bahwa Ballon d’Or diberikan kepada pemain terbaik di dunia berdasarkan performa secara keseluruhan, bukan hanya pencapaian di satu kompetisi.
Dikutip dari France Football, Ballon d’Or yang dibuat pada tahun 1956 France Football awalnya diberikan kepada pemain Eropa terbaik yang bermain di liga Eropa. Hal itu berlangsung hingga tahun 1995, ketika trofi tersebut mendunia, meskipun masih diperuntukkan bagi pemain yang bermain di liga Eropa. Namun sejak tahun 2007, tidak ada batasan: Ballon d’Or diberikan kepada pemain terbaik di dunia, tanpa pengecualian.
Meski demikian, hasil Piala Dunia dinilai tetap memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi para pemilih Ballon d’Or. Kekalahan Argentina di final membuat Messi kehilangan kesempatan menambah nilai dari sisi prestasi kolektif maupun penghargaan individu.
Sebaliknya, Rodri memperoleh momentum besar setelah sukses membawa Spanyol menjadi juara dunia sekaligus menyabet penghargaan Pemain Terbaik turnamen.
Di saat yang sama, Kylian Mbappe juga memperkuat posisinya dalam persaingan Ballon d’Or setelah mengakhiri turnamen sebagai top skor dengan koleksi 10 gol.
Dua golnya ke gawang Inggris di pada perebutan posisi ketiga membuat penyerang Prancis itu mengoleksi 22 gol sepanjang sejarah penampilannya di Piala Dunia, hanya terpaut satu gol dari rekor Lionel Messi.
Kondisi tersebut membuat persaingan menuju Ballon d’Or 2026 diprediksi semakin ketat. Sejumlah pemain seperti Rodri, Mbappe, hingga Lamine Yamal kini dipandang masih memiliki peluang berkat peranya di sepanjang turnamen serta kontribusinya di level klub.
Bagi Messi, kegagalan mempertahankan gelar juara dunia, serta gelar pemain terbaik dan top skor turnamen dinilai menjadi pukulan yang dapat mengurangi peluangnya meraih Ballon d’Or kesembilan.
Mengingat usianya yang telah menginjak 39 tahun, penghargaan tahun ini disebut-sebut sebagai salah satu kesempatan terakhir bagi bintang kelahiran Rosario tersebut untuk menambah koleksi trofi individu paling bergengsi di dunia sepak bola. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












