Search

Warga Tenggarong yang Bermukim di Bantaran Sungai Tolak Direlokasi

Potret rumah-rumah warga di bantaran sungai di Tenggarong. (Berita Alternatif/Rifa'i)

BERITAALTERNATIF.COM – Rencana relokasi warga di sekitar Jalan Panjaitan dan Jalan Kartini, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) oleh pemerintah daerah menuai penolakan dari warga.

Salah satu warga Panjaitan, Hairin Nur menyampaikan keberatannya atas rencana tersebut karena dinilai dapat memperparah kondisi ekonomi warga.

“Sebenarnya enggak setuju. Soalnya ini soal kehidupan kita sehari-hari. Sekarang aja hidup makin susah,” kata Hairin saat ditemui di kediamannya, Senin (28/7/2025).

Menurutnya, lokasi tempat tinggal dan usaha warga saat ini sudah menjadi tumpuan utama dalam mencari nafkah.

Ia mengaku khawatir bila harus berpindah tempat, terutama jika lokasi baru tidak mendukung secara ekonomi.

“Kalau memang strategis sih mungkin setuju saja. Tapi kalau tidak sesuai, hasilnya pun susah. Kita kan cari makan di sini,” ujarnya.

Hairin juga menyinggung isu pemindahan ke wilayah Mangkurawang yang belakangan sempat tersiar di publik Kukar.

Dia berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan nasib masyarakat yang terdampak relokasi.

“Kalau pemerintah mau pindahkan demi kebaikan daerah, masyarakat harus benar-benar dijamin. Masalah jarak nomor dua, yang penting itu kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Sementara itu, seorang warga Jalan Kartini yang enggan disebut namanya juga menyampaikan kegelisahannya terkait rencana pemindahan tersebut.

Dia menyebut relokasi bukan hanya soal jarak, tetapi juga dampak psikologis dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.

“Jujur saja, kita takut kehilangan pelanggan, takut kehilangan tempat usaha yang sudah lama dibangun,” tuturnya.

Dia menambahkan, mayoritas warga di kawasan ini menggantungkan hidup dari usaha kecil yang bergantung pada lalu lintas warga sekitar dan pelanggan tetap.

Menurutnya, jika dipindahkan ke tempat yang tidak memiliki keramaian atau akses yang baik, maka akan sangat sulit untuk memulai usaha dari nol.

“Kami ini bukan orang yang bisa langsung pindah dan hidup enak di tempat baru. Butuh waktu bertahun-tahun bangun usaha di sini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA