Search

BEM Hukum Unikarta Siapkan Aksi Mimbar Bebas, Angkat Isu Kekerasan terhadap Aktivis

BERITAALTERNATIF.COMBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) tengah mempersiapkan kegiatan aksi bertajuk Mimbar Bebas sebagai ruang ekspresi sekaligus respons atas berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Kabid Propaganda dan Aksi BEM Hukum Unikarta, Arif Rahman, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan saat ini telah berjalan cukup jauh, meskipun belum sepenuhnya rampung.

“Untuk persiapan, saat ini sudah cukup lumayan matang untuk konsepnya, tinggal pematangan teknis saja,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Arif menjelaskan, konsep Mimbar Bebas yang diusung tidak hanya berfokus pada orasi, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai bentuk ekspresi seperti puisi dan teater.

Setiap peserta akan diberikan kebebasan untuk menyampaikan gagasan sesuai dengan kreativitas masing-masing.

“Mimbar bebas ini bisa diisi dengan puisi, orasi, sampai teater. Kami ingin semua bisa mengekspresikan keresahan mereka,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, BEM Hukum juga berencana melibatkan seluruh fakultas di Unikarta.

Setiap fakultas akan diberi ruang untuk menampilkan karya atau bentuk ekspresi yang mereka siapkan.

“Kami rencanakan kolaborasi dengan tujuh fakultas di Unikarta. Jadi, setiap fakultas bebas menampilkan apa saja,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini akan melibatkan organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas serta membuka ruang kolaborasi dengan organisasi eksternal kampus.

“Insyaallah kami akan melibatkan seluruh organisasi kemahasiswaan di Unikarta, juga organisasi luar seperti HMI, GMNI, PMII, dan lainnya,” tambahnya.

Terkait isu yang diangkat, Arif menyebut bahwa salah satu fokus utama Mimbar Bebas adalah kasus kekerasan terhadap aktivis, khususnya insiden penyiraman air keras yang belakangan menjadi perhatian publik. “Itu menjadi keresahan bersama,” ungkapnya.

Dia menilai, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai penyambung aspirasi masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh diam terhadap persoalan-persoalan sosial yang terjadi.

“Sebagai mahasiswa, kita ini kan penyambung lidah masyarakat. Kalau bukan kita yang bersuara, siapa lagi?” tegasnya.

Untuk progres pelaksanaan, Aia menyebut saat ini persiapan telah mencapai sekitar 50 persen. Komunikasi dengan berbagai BEM fakultas masih terus dilakukan untuk memastikan keterlibatan yang lebih luas.

“Saat ini kami masih intens komunikasi dengan BEM-BEM fakultas,” katanya.

Arif menyebut respons yang diterima terkait wacana aksi Mimbar Bebas sejauh ini cukup positif oleh para pimpinan lembaga Internal mahasiswa.

Selain itu, dia mengajak sekaligus juga tak menutup ruang bagi siapa pun untuk mengikuti aksi mereka, aktivis eksternal, mahasiswa non-organisasi pun boleh ikut serta dalam aksi mimbar bebas kali ini jika merasakaan keresahan serupa.

“Alhamdulillah, mereka menyambut baik. Karena ini juga lahir dari keresahan bersama,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Mimbar Bebas akan ditutup dengan aksi simbolik berupa pengadaan dinding aspirasi, aksi tabur bunga, serta doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap para aktivis.

“Penutupnya kita dinding aspirasi, tabur bunga, dan doa bersama untuk keselamatan para aktivis ke depan,” jelasnya.

Terkait lokasi pelaksanaan, panitia menyiapkan beberapa opsi, di antaranya kawasan Taman Musik, Titik Nol Tenggarong, hingga area kampus sebagai alternatif terakhir.

“Kalau tidak memungkinkan di ruang publik, maka akan kami laksanakan di kampus,” katanya.

Sementara untuk waktu pelaksanaan, Arif menyebut pihaknya masih akan melakukan rapat lanjutan untuk menentukan tanggal pasti.

Namun, kegiatan direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. “Targetnya sebelum akhir bulan ini sudah bisa dilaksanakan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho

Editor: Ufqil Mubin

Tags :

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA