BERITAALTERNATIF.COM – Wakil Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Upi Asmaradhana mendorong insan media di Kalimantan Timur untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi menghadapi perubahan besar dalam ekosistem media akibat perkembangan teknologi digital.
Hal itu disampaikan Upi di sela-sela menjadi pembicara dalam kegiatan Wartawan Legend Bedapatan IV yang diadakan di Kota Samarinda baru-baru ini.
Menurut Upi, era disrupsi digital telah membawa perubahan besar terhadap cara media bekerja maupun cara masyarakat mengakses informasi. Karena itu, media perlu memperkuat jejaring, meningkatkan kompetensi, serta memahami perkembangan model bisnis media yang terus berubah.
“Kalimantan Timur itu terbuka untuk media-media anggota AMSI. Saya berharap teman-teman anggota AMSI di Kalimantan Timur bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kapasitas, jejaring, dan tentunya mengetahui lebih dalam terkait model bisnis media yang sekarang mengalami disrupsi,” ujarnya.
Dia menilai respons peserta dalam kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme yang baik. Selain berbagi pengalaman, ia juga mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari dinamika media di Kaltim.
“Saya lihat tadi respons peserta juga bagus. Saya juga banyak belajar dari teman-teman Kalimantan Timur,” katanya.
Terkait perkembangan Artificial Intelligence (AI), Upi menegaskan bahwa teknologi tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi jurnalisme, melainkan sebagai alat bantu yang dapat mendukung kerja-kerja jurnalistik.
“AI itu sebenarnya semacam tools. Dunia jurnalisme bisa menjadikan AI sebagai alat bantu kerja untuk mempermudah tugas-tugas jurnalistik,” jelasnya.
Namun, dia menekankan bahwa proses verifikasi, kurasi, dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.
Menurutnya, peran jurnalis tetap penting dalam memastikan informasi yang dihasilkan akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Kurasi, finalisasi, dan penyuntingan tetap ada di manusianya. Jadi, AI itu sebenarnya alat bantu untuk mempermudah kerja-kerja jurnalis,” ungkapnya.
Ia juga melihat perubahan lanskap informasi saat ini sebagai peluang bagi media profesional untuk kembali memperkuat peran jurnalisme. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat dinilai semakin membutuhkan informasi yang berkualitas dan dapat dipercaya.
“Dengan situasi ini, justru publik akan kembali ke jurnalisme. Produk-produk jurnalistik itu memanfaatkan kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Upi berharap media dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan menghasilkan karya jurnalistik yang kredibel sehingga ekosistem informasi menjadi lebih sehat.
“Situasi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh teman-teman media untuk melahirkan produk jurnalistik dan konten-konten berkualitas. Jalan pulang kembali ke jurnalisme itu sangat terbuka,” pungkas Upi. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin











