Search

Ustadz Mukhlisin Turkan Dorong Tokoh dan Kader Maksimalkan Peran Humas dalam Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan DPW ABI Kaltim

Ketua Departemen Humas, Media, dan Penerangan Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (ABI), Ustadz Mukhlisin Turkan, saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah ABI Kalimantan Timur di Yayasan Az-Zahra Balikpapan pada Minggu, 8 Februari 2026. (Berita Alternatif/Ufqil Mubin)

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Departemen Humas, Media, dan Penerangan Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (ABI), Ustadz Mukhlisin Turkan, menekankan pentingnya peran para tokoh keagamaan untuk menyebarkan informasi terkait kinerja dan narasi yang diproduksi ABI kepada jemaah Ahlulbait yang tersebar di berbagai yayasan di Indonesia.

Ustadz Mukhlisin menyebut peran tersebut patut dimaksimalkan. Pasalnya, para tokoh Islam Syiah di Indonesia yang menjadi narasumber atau penceramah di yayasan memiliki pengaruh langsung kepada jemaah.

Para tokoh Ahlulbait Indonesia juga disarankannya untuk menyebarkan informasi tersebut kepada pemerintah.

“Jika ini kita lakukan, apalagi oleh tokoh-tokoh ternama di tingkat nasional, saya meyakini pengaruhnya akan sangat besar,” ucapnya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan yang diselenggarakan DPW ABI Kaltim di Yayasan Az-Zahra Balikpapan pada Minggu (8/2/2026) pagi.

Penyebaran informasi secara langsung, sambungnya, tak hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh ABI yang menjadi pembicara di hadapan jemaah yayasan, tetapi juga mesti dilakukan oleh para kader ABI di seluruh tingkatan.

Penyebaran produk organisasi ABI berupa informasi yang telah dipublikasi disebutnya menjadi tanggung jawab semua kader ABI, baik yang tergabung di DPW, DPD, Muslimah, maupun Pandu.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjalankan peran Sayyidah Zainab terkait Karbala,” ujarnya.

Dia menyitir sejarah Karbala yang mengakibatkan kesyahidan anak keturanan Rasulullah Saw, khususnya Imam Husein as yang dibantai oleh pasukan Yazid bin Muawiyah di Karbala.

Tragedi yang terjadi pada 680 Masehi tersebut bisa tersampaikan kepada masyarakat Islam saat ini karena peran strategis Sayyidah Zainab dalam menyebarkan informasi serta nilai-nilai yang tergandung dalam tragedi Karbala.

“Kita bisa membayangkan, bagaimana tragedi Karbala tanpa peran Sayyidah Zainab? Karena itu, kita patut, bahwa harus mengambil peran Sayyidah Zainab di era ini,” ajaknya. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA