Search

Tragedi Serangan Israel: Hampir 1.800 Warga Iran Terluka, Termasuk Perempuan dan Anak-anak

Tenaga penyelamat Israel bekerja di lokasi yang terkena misil yang ditembakkan dari Iran di Bat Yam, selatan Tel Aviv, Israel (15/6/2025). (ANTARA/Xinhua/JINI/Gideon Markowicz/JINI/aa.)

BERITAALTERNATIF.COM – Serangan militer yang dilancarkan oleh Israel ke wilayah Iran sejak Jumat malam, 13 Juni, telah menyebabkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. Menteri Kesehatan Iran, Mohammad-Reza Zafarghandi, pada Senin (16/6) mengumumkan bahwa hampir 1.800 warga Iran terluka akibat agresi yang dilakukan oleh Israel, mayoritas dari mereka adalah warga sipil.

Dalam laporan resminya, Menkes menyatakan bahwa salah satu titik serangan yang paling mematikan terjadi di Lapangan Quds, wilayah utara Teheran. Di lokasi tersebut, 12 orang dilaporkan tewas dan 59 lainnya mengalami luka-luka. Korban jiwa mencakup satu ibu hamil, 35 perempuan, dan 10 anak-anak, menunjukkan bahwa serangan tersebut menargetkan area pemukiman dan bukan fasilitas militer.

Serangan ini disebut sebagai tindakan agresi sepihak oleh Israel, tanpa alasan yang jelas dan telah menargetkan pusat-pusat populasi. Beberapa pejabat tinggi militer Iran dilaporkan turut menjadi korban dalam serangan yang bersifat presisi dan terencana itu. Sementara itu, banyak warga sipil turut menjadi korban ketika rumah mereka hancur akibat gempuran langsung dari udara.

Sebagai bentuk balasan atas serangan tersebut, Iran segera meluncurkan serangan balik ke wilayah Israel, termasuk kota-kota besar seperti Tel Aviv, Yerusalem, dan Haifa. Iran menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak dalam misi tersebut, menyebabkan warga Israel harus mengungsi ke tempat perlindungan bom bawah tanah selama berjam-jam.

Meskipun pemerintah Israel menerapkan penyensoran ketat terhadap informasi publik, sejumlah rekaman video berhasil menunjukkan rudal-rudal Iran menghantam sasaran dengan akurasi tinggi. Pihak berwenang Iran menegaskan bahwa misi militer ini akan terus dilanjutkan selama dibutuhkan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.

Situasi ini menunjukkan eskalasi serius antara dua kekuatan di kawasan Timur Tengah, memunculkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di masa mendatang. Komunitas internasional pun mendesak agar kedua pihak menahan diri dan memprioritaskan jalur diplomasi demi menghindari korban jiwa yang lebih banyak. (*)

Sumber : ANTARA
Editor : M.Anshori

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA