BERITAALTERNATIF.COM – Anggota Biro Politik Ansarullah Yaman, Mohammed al-Bukhaiti, mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa Yaman telah mengambil keputusan untuk mendukung Iran.
Menurut al-Bukhaiti, Yaman berada dalam koordinasi penuh dengan Poros Perlawanan (Axis of the Resistance), khususnya Iran, dan saat ini terus memantau perkembangan situasi secara dekat.
Dia juga merujuk pada pernyataan pemimpin Ansarullah, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, yang sebelumnya menyatakan bahwa tangan Yaman telah berada di pelatuk senjata, serta menegaskan bahwa keterlibatan Sanaa “hanya tinggal menunggu waktu”.
Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik, pada 5 Maret lalu menyatakan bahwa pasukannya siap untuk turun tangan mendukung Iran, dengan memperingatkan bahwa Yaman siap bertindak jika situasi mengharuskannya.
Dalam pidato Ramadan ke-16 yang ditujukan kepada “saudara-saudara di Republik Islam Iran”, al-Houthi mengatakan: “Kami menempatkan jari kami di pelatuk, dan kami siap untuk turun tangan kapan pun diperlukan.”
Ia menuduh para pemimpin AS dan Israel secara terbuka membicarakan rencana untuk membentuk ulang kawasan Asia Barat demi kepentingan proyek “Israel Raya” (Greater Israel).
Pemimpin Yaman tersebut mengatakan dunia Islam saat ini sedang menghadapi konfrontasi langsung dengan “para tiran zaman ini”, yang menurutnya diwakili oleh Amerika, Zionis, dan kekuatan global yang ingin mendominasi kawasan tersebut.
Sementara itu, Yaman menyaksikan demonstrasi besar-besaran yang memenuhi jalan-jalan dan kota-kota pada Hari Quds Internasional, yang menegaskan solidaritas penuh Sanaa terhadap Republik Islam Iran serta memuji pukulan keras yang telah diberikan Iran kepada musuh Israel dan Amerika.
Demonstrasi tersebut juga menyatakan dukungan bagi Perlawanan Islam di Lebanon, yaitu Hizbullah, dengan menyatakan bahwa keteguhan gerakan itu telah menjerumuskan “Israel” ke dalam ketidakpastian eksistensial.
Perlawanan Irak juga dipuji karena menyerang musuh Amerika demi membela Irak dan kedaulatan umat Islam. (*)
Sumber: Al Mayadeen












