BERITAALTERNATIF.COM – Ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kembali menuai sorotan.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur Subandi mengungkapkan keprihatinannya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Forum Masyarakat Peduli Mahulu.
Dalam RDP tersebut, perwakilan warga Mahulu mengeluhkan kondisi jalan setelah kabupaten ini dibentuk 12 tahun lalu.
“Kesenjangan dan ketimpangan pembangunan di Mahulu masih sangat dirasakan, khususnya terkait masalah infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan,” terangnya baru-baru ini kepada awak media di Samarinda.
Menurut dia, kondisi ini sangat memprihatinkan jika dibandingkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kaltim.
Kaltim, sambung dia, merupakan provinsi yang sangat kaya sumber daya alam, bahkan provinsi ini menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan nasional. “Namun, ada satu kabupaten yang masih bisa dikatakan terisolasi,” ujarnya.
Akibat infrastruktur yang tergolong buruk, ungkapnya, Mahulu mengalami krisis logistik, yang berdampak pada harga kebutuhan pokok yang sangat mahal.
“Tadi disampaikan oleh masyarakat bahwa harga satu karung beras 10 kilogram saja bisa mencapai Rp 800.000. Bayangkan, berapa penghasilan warga per bulan jika untuk membeli 10 kg beras saja harus Rp 800.000?” tanyanya.
Subandi mengidentifikasi hambatan dan penyebab utama terletak pada akses jalan, sehingga kebutuhan pokok susah disuplai ke daerah tersebut.
Akibatny, sebut dia, para pedagang dan distributor kesulitan menjangkau Mahulu.
“Satu-satunya solusi transportasi saat ini adalah pesawat terbang, yang biayanya relatif jauh lebih mahal, sehingga membuat harga barang melambung jauh di atas pasaran,” katanya.
Ia mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim memberi perhatian serius atas kondisi tersebut.
Subandi mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim mengambil kebijakan afirmatif agar Mahulu tidak terus terpinggirkan meski menjadi salah satu wilayah penghasil sumber daya penting di Kaltim.
“Artinya, prioritas pembangunan Provinsi Kalimantan Timur juga harus benar-benar berpihak pada Mahulu,” sarannya. (Adv)
Penulis: Ali
Editor: Ufqil Mubin












