BERITAALTERNATIF.COM – SMP Negeri 1 Muara Kaman masih menghadapi tantangan dalam hal pemenuhan tenaga pendidik.
Kepala SMP Negeri 1 Muara Kaman, Masiah menjelaskan bahwa meski telah mendapat tambahan guru, kekurangan pengajar di beberapa mata pelajaran masih menjadi perhatian serius pihak sekolah.
“Kami ini memang masih kekurangan itu,” ujar dia pada Selasa (24/6/2025).
Ia mengungkapkan sebagian besar guru mereka telah memasuki usia di atas 50 tahun, bahkan satu orang guru sudah pensiun pada April 2025.
Selain itu, terdapat seorang guru yang sudah lebih dari satu tahun tidak bisa mengajar karena sakit.
Meskipun demikian, untuk mengisi kekurangan SMP Negeri 1 Muara Kaman telah mendapatkan tiga guru tambahan.
“Dari SMP 2 Muara Kaman satu orang, SMP 5 Muara Kaman satu orang, dan satu lagi dari SD, itu jurusan Teknologi Pendidikan,” ungkap Masiah.
Dia menerangkan saat ini beberapa mata pelajaran strategis seperti Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Bahasa Indonesia, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) masih kekurangan pengajar.
“Jam pelajaran Bahasa Indonesia banyak, jadi perlu guru tambahan. Guru olahraga juga belum ada,” imbuhnya.
Walaupun kekurangan, dengan adanya guru berlatar belakang Teknologi Pendidikan, pengajaran TIK dapat tetap berjalan karena masih dianggap linear dengan kompetensinya.
“Nah untuk guru Bimbingan Konseling (BK), kami belum punya sama sekali,” katanya.
Masiah mengatakan keterbatasan tersebut sementara diatasi dengan pola pengisian jam mengajar lintas mata pelajaran.
Meski menghadapi banyak keterbatasan, pihak sekolah tetap berupaya menjalankan proses belajar mengajar dengan maksimal sembari terus mengusulkan pemenuhan guru ke Disdikbud Kukar.
“Guru-guru itu saling menutupi kekurangan. Walaupun jurusannya berbeda, tapi kalau mampu, bisa mengajar mata pelajaran lain,” pungkas dia. (adv)
Penulis & Editor: M. As’ari












