BERITAALTERNATIF.COM — Perjalanan SMP Negeri 7 Muara Kaman menuju pengakuan sebagai Sekolah Rujukan Google (SRG) tidaklah mudah.
Sekolah yang terletak di kawasan 3T, tepatnya di Desa Menamang Kanan yang berbatasan dengan Kabupaten Kutim ini sempat gagal dalam uji sertifikasi Google karena keterbatasan sarana dan prasarana.
“Kami pernah ikut pelatihan Google secara mandiri, dibimbing langsung oleh Pak Nanang dari Google Balikpapan. Tapi karena tidak punya listrik dan jaringan internet yang stabil, pelatihan tidak berjalan maksimal,” ujar Kepala SMPN 7 Muara Kaman, Rasian, Kamis (3/7/2025).
Ia menerangkan dari seluruh guru yang ikut uji sertifikasi saat itu, hanya satu orang yakni Suwito yang lulus tes ulang. Selebihnya gagal karena kondisi belajar yang jauh dari ideal.
“Itu pelatihan mandiri, jadi kalau mau ikut tes ulang harus bayar sendiri. Sulit bagi kami,” kata Rasian.
Dia mengungkapkan perubahan besar terjadi ketika Disdikbud Kukar meluncurkan program piloting Sekolah Google.
SMP Negeri 7 Muara Kaman menjadi satu dari lima sekolah yang terpilih untuk mengikuti program tersebut. Sekolah lainnya adalah SMP Negeri 1, SMP 2, dan SMP 3 Tenggarong, serta SMP 10 Loa Kulu.
Kini, dari sekitar 14 sekolah kandidat rujukan Google di Kukar, SMP Negeri 7 Muara Kaman menjadi satu-satunya yang resmi diakui oleh Google Asia Pacific sebagai Sekolah Rujukan Google.
“Awalnya kami tidak punya apa-apa. Sekarang, kami menjadi contoh nasional, bahkan dikunjungi tim dari luar negeri. Ini semua berkat kerja keras guru, siswa, dan dukungan total dari Dinas Pendidikan Kukar,” pungkasnya. (adv)
Penulis & Editor: M. As’ari












