Search

Serangan Udara Israel di Doha Gagal Bunuh Pimpinan Hamas

Sumber-sumber berita melaporkan terjadinya beberapa ledakan di Doha, ibu kota Qatar. Militer Israel mengklaim telah menyerang markas Hamas di kota tersebut. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF.COM – Menurut laporan Reuters, beberapa ledakan mengguncang Doha dan asap tebal terlihat membubung di kawasan Katara pada Selasa (9/9/2025).

Militer Israel kemudian secara resmi menyatakan bahwa mereka telah menargetkan para pemimpin Hamas yang sedang berada di Doha.

Media Israel melaporkan bahwa sekitar 12 rudal ditembakkan ke arah markas Hamas. Saluran 14 Israel bahkan menambahkan bahwa 10 jet tempur ikut serta dalam serangan tersebut.

Dalam pernyataan bersama, juru bicara militer Israel dan badan intelijen dalam negeri Shabak mengklaim bahwa mereka baru saja melancarkan operasi udara terhadap para pemimpin senior Hamas.

Sementara itu, sebuah sumber dari Hamas membenarkan adanya serangan terhadap pertemuan tim negosiator Hamas di Doha. Pertemuan itu disebut sedang membahas usulan gencatan senjata yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Al Mayadeen melaporkan bahwa para anggota tim negosiator Hamas selamat dari upaya pembunuhan. Media Israel menyebut bahwa Khalil al-Hayya dan Zahir Jabarin menjadi target utama, namun menurut Al Jazeera, delegasi Hamas yang dipimpin oleh Dr. Khalil al-Hayya berhasil lolos dari serangan tersebut.

Sebuah sumber Hamas menjelaskan bahwa serangan udara Israel memang ditujukan ke lokasi rapat delegasi mereka di Doha, ketika mereka sedang meninjau proposal gencatan senjata Trump.

Menurut Jerusalem Post, pihak AS sudah diberitahu mengenai serangan Israel di Qatar dan bahkan menyetujuinya. Namun kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan sepenuhnya oleh Israel dan tanggung jawabnya juga ada di tangan Israel.

Qatar sendiri dengan tegas mengecam serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran hukum internasional sekaligus ancaman serius terhadap keamanan penduduk Qatar. Dalam pernyataannya, Qatar menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi tindakan Israel yang berbahaya dan bermusuhan ini.

Gerakan Jihad Islam Palestina juga mengecam serangan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan pengecut dan bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta hukum internasional.

Menurut mereka, agresi ini menunjukkan bahwa Israel memang ingin terus menumpahkan darah rakyat Palestina, dan AS—khususnya pemerintahan Trump—harus bertanggung jawab penuh atas tindakan gila sekutu mereka itu, apalagi serangan ini dilakukan tepat setelah kemunculan apa yang disebut sebagai usulan gencatan senjata Trump. (*)

Sumber: Tasnim News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA