BERITAALTERNATIF.COM – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, menyatakan bahwa respons Iran terhadap agresi Israel merupakan tindakan pembelaan diri yang sah, sekaligus mengkritik pemerintah Arab yang bersekutu dengan Israel.
Dalam pernyataannya mengenai perkembangan terbaru di kawasan, Sayyid Abdul-Malik mengatakan bahwa perang yang sedang berlangsung terhadap Republik Islam Iran merupakan agresi yang tidak adil, tirani, dan kriminal. Oleh karena itu, sikap Teheran berada dalam kerangka pembelaan diri yang sah menurut hukum internasional.
Ia juga mengkritik keras beberapa pemerintah Arab yang menurutnya berpihak pada pendudukan Israel. Menurutnya, pemerintah-pemerintah tersebut telah secara terang-terangan menunjukkan loyalitas mereka kepada Amerika Serikat dan Israel, dengan mengerahkan kemampuan finansial, media, dan militer untuk mendukung pihak yang memusuhi umat serta menghadapi rakyat merdeka di dunia Islam.
Dia menambahkan bahwa apa yang ia sebut sebagai “gerakan kemunafikan” kini semakin terbuka, terutama ketika beberapa pemerintah bergegas melindungi pangkalan militer Amerika di kawasan Teluk, yang menurutnya menjadi tempat dilancarkannya agresi terhadap rakyat Iran.
Sayyid Abdul-Malik juga mengkritik sebagian besar media Arab yang, menurutnya, lebih banyak berpihak kepada para tiran untuk membenarkan kejahatan mereka dan mengagungkan tirani, serta melancarkan perang psikologis terhadap masyarakat dunia Islam.
Dia juga menyatakan bahwa tujuan “Zionisme global” pada dasarnya bersifat jahat. Ia menilai skandal yang melibatkan Jeffrey Epstein hanya mengungkap sebagian kecil dari realitas tersebut.
Menurutnya, kelompok Zionis berkumpul dari berbagai penjuru dunia dan datang ke kawasan Timur Tengah dengan membawa penindasan, agresi, serta tujuan yang dinyatakan secara terbuka untuk menguasai seluruh wilayah dan menunjukkan permusuhan terhadap Islam.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Yaman juga mengecam agresi AS–Israel terhadap Iran. Kementerian tersebut menegaskan hak Iran untuk membela diri dan merespons sesuai dengan konvensi, perjanjian, dan hukum internasional.
Pemerintah Yaman juga menyerukan negara-negara Islam untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas dalam menolak agresi yang disebutnya menargetkan seluruh kawasan.
Sementara itu, menurut laporan media Iran Nour News yang mengutip sumber informasi, Yaman baru-baru ini memperingatkan negara-negara Arab agar tidak melakukan tindakan langsung terhadap Iran.
Peringatan tersebut menyebutkan bahwa jika terjadi kesalahan perhitungan oleh negara-negara tersebut, Yaman akan masuk ke garis depan konflik dan secara bebas menargetkan fasilitas vital milik pihak-pihak agresor. (*)
Sumber: Al Mayadeen












