Search

Putin: Rusia Sedang Berperang dengan Seluruh Anggota NATO

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali membuat pernyataan tegas mengenai konflik Ukraina. Dalam pidatonya di Valdai Discussion Club yang digelar di Sochi pada Kamis (2/10/2025), ia menegaskan bahwa Rusia saat ini bukan hanya berhadapan dengan Ukraina, tetapi dengan seluruh aliansi NATO.

Putin menuding bahwa negara-negara Barat tidak sungguh-sungguh peduli dengan rakyat Ukraina. Menurutnya, mereka hanya melihat Ukraina sebagai “umpan meriam” dalam upaya melemahkan Rusia.

Dia menekankan bahwa tragedi yang sedang terjadi di Ukraina sebenarnya bisa dicegah sejak awal jika NATO tidak terus melakukan ekspansi ke arah timur hingga mendekati perbatasan Rusia.

“Tragedi Ukraina ini menyakitkan, baik bagi rakyat Ukraina maupun bagi rakyat Rusia. Sesungguhnya ini menyakitkan bagi kita semua,” kata Putin dengan nada serius.

Ia menambahkan bahwa pihak yang paling bertanggung jawab atas berlarutnya konflik adalah negara-negara Eropa Barat yang, menurutnya, terus meniupkan narasi bahwa perang dengan Rusia sudah di depan mata.

Putin mengkritik keras militerisasi besar-besaran di benua Eropa. Dia menilai langkah tersebut hanya akan memperburuk situasi dan membuat Rusia pada akhirnya terpaksa merespons.

Menurutnya, retorika Barat yang menggambarkan Rusia sebagai ancaman utama hanyalah cara untuk membenarkan peningkatan belanja militer.

“Eropa terus menerus menciptakan histeria, seolah-olah perang dengan Rusia hanya tinggal menunggu waktu,” ujarnya sembari menegaskan bahwa Rusia tidak bisa berdiam diri menghadapi provokasi semacam itu.

Dia juga menekankan bahwa Rusia tidak bisa dihapuskan begitu saja dari sistem global. Negeri itu, katanya, telah menjadi bagian penting dari jaringan ekonomi, budaya, dan logistik dunia, dan tidak mungkin dikeluarkan hanya karena keputusan sepihak dari negara-negara Barat.

“Mereka yang mencoba memutus hubungan dengan Rusia kini mulai menyadari bahwa dunia tetap membutuhkan kami. Sistem global yang mereka pikir bisa menyingkirkan Rusia ternyata justru tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan kami,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Rusia adalah bagian dari keseimbangan universal, dan siapa pun yang mencoba mengabaikan kenyataan tersebut pada akhirnya akan menghadapi kegagalan.

Putin menyoroti pula kebijakan sanksi yang diberlakukan terhadap Rusia. Menurutnya, upaya Barat untuk menghukum Rusia dengan puluhan ribu sanksi hanyalah langkah sia-sia.

“Rusia sekarang menjadi negara dengan jumlah sanksi terbanyak di dunia. Namun, meskipun tekanan begitu besar, kami berhasil bertahan. Tidak hanya bertahan, kami menunjukkan ketahanan yang luar biasa,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa upaya Barat untuk mengisolasi Rusia—baik secara politik, budaya, maupun informasi—telah gagal total. “Tak perlu lagi dijelaskan kepada siapa pun. Semua orang bisa melihat bahwa usaha mereka untuk menyingkirkan kami dari sistem global justru tidak berhasil,” katanya.

Putin juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap rakyat Rusia dan militernya. Dia menilai bahwa tekanan sebesar yang diberikan Barat seharusnya cukup untuk menghancurkan tidak hanya sebuah negara tunggal, tetapi bahkan sebuah koalisi negara. Namun, kenyataannya Rusia masih berdiri tegak.

“Bangsa kita telah membuktikan kekuatannya. Rakyat Rusia, para prajurit, dan militer kita menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi tantangan yang sangat besar ini,” ujar Putin, menutup pidatonya dengan nada penuh keyakinan. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA