Search

PT MGRM Lebarkan Sayap Bisnis di Luar Participating Interest Blok Migas

Penandatangan perjanjian kerja sama PT MGRM dan PT Danapati Mulia dalam proyek overhaul Tenki RDMP RU V Balikpapan. (Istimewa)

BERITAALTERNATIF.COM – PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) terus memperluas jaringan bisnisnya guna mengurangi ketergantungan pendapatan daerah pada Participating Interest (PI) 10%, yang telah diberikan oleh pemerintah pusat enam tahun lalu.

Direktur Utama PT MGRM Efri Novianto mengungkapkan bahwa saat ini terdapat berbagai lini usaha yang sedang dikembangkan dan didorong oleh manajemen perusahaan.

Langkah ini dilakukan oleh para petinggi perusahaan daerah pengelola migas asal Kabupaten Kukar tersebut untuk memastikan keberlanjutan serta kemandirian perusahaan dari sisi finansial, sehingga tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan.

Sebab, kata dia, selama beberapa tahun terakhir, ketergantungan terhadap PI sebagai pemasukan utama, akan berdampak buruk pada keberlangsungan dan kestabilan keuangan perusahaan.

Hal ini dianggapnya sebagai penanda bahwa dari sisi finansial, perusahaan membutuhkan sumber-sumber lain yang diproyeksikan sebagai sumber pendapatan perusahaan di masa depan.

“Memang kenyataannya PI ini kan kecenderungannya menurun dibanding tahun lalu. Pendapatan dari PI kita hampir separuh turunnya,” ucap Efri kepada awak media Berita Alternatif pada Sabtu (15/3/2024).

Di sektor perdagangan bahan bakar, PT MGRM menjalankan trading solar, di mana perusahaan tersebut berperan sebagai distributor bahan bakar.

Selain itu, MGRM juga melebarkan sayap bisnisnya dengan bergerak pada layanan vendor helstok (VHS), yaitu layanan pengelolaan stok BBM yang diterapkan di internal perusahaan daerah ini, di mana PT MGRM mengambil peran dalam manajemen suplai bahan bakar di lingkungan perusahaan.

Kemudian, kata dia, PT MGRM juga mulai mengembangkan bisnis transportasi BBM. Saat ini, perusahaan telah memiliki aset berupa satu unit mobil tangki, yang baru-baru ini diresmikan oleh Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, di wilayah PT Ganda Alam Makmur (GAM) di Kutai Timur.

Dalam skema ini, kehadiran mobil tangki baru sebagai fasilitas diharapkan dapat memberi manfaat dalam menunjang kerja sama antara PT MGRM dan PT GAM, terutama dalam pendistribusian serta pengelolaan stok BBM yang bersumber dari ExxonMobil, untuk disalurkan ke unit-unit operasional milik PT GAM.

Selain mengembangkan usaha di sektor energi, Efri mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan yang dipimpinnya mulai menerapkan strategi bisnis yang berfokus pada pemanfaatan aset strategis. Langkah ini diawali dengan penyewaan mobil operasional perusahaan serta peminjaman ruangan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Kemudian, ia menambahkan, PT MGRM juga tengah menjalankan proyek strategis di Balikpapan, yakni batching plant yang berperan dalam memasok beton untuk proyek pembangunan Ibu Kota (IKN) Nusantara.

“Saat ini, bisnis PT MGRM yang sudah berjalan di luar PI mencakup trading solar, vendor helstok (VHS), transportasi BBM, penyewaan mobil operasional dan ruangan, serta batching plant di Balikpapan,” jelasnya.

Selain itu, usaha yang terbaru, pihaknya telah menandatangani kerja sama dalam proyek overhaul tangki ini (RDMP) RU V Balikpapan melalui kerja sama dengan PT Danapati Mulia.

Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan lembar hitam di atas putih ini merupakan langkah awal MGRM untuk membawa perusahaan daerah tersebut masuk lebih dalam dan terlibat aktif dalam proyek-proyek garapan Pertamina Grup.

Dia menjelaskan bahwa saat ini perusahaan masih berada pada tahap awal sebagai kontraktor Pertamina. Karena itu, sebagai langkah awal, pihaknya baru bisa melibatkan diri sebagai subkontraktor dalam proyek tersebut.

“Saat ini, kita bekerja sama dengan mitra. Sementara ini, kita belum KSO (Kerja Sama Operasi). Lebih kepada subkontraktor dulu,” ujarnya.

“Izin-izin ini kan baru diurus di era kami. Kalau izinnya lengkap, pengalamannya sudah ada, baru maju sedikit (jadi kontraktor utama),” sambungnya.

MGRM, ucap Efri, juga tengah menggebut proses perizinan untuk mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) di Kecamatan Anggana.

SPBUN yang terletak di Desa Handil Terusan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sekitar 300 lebih nelayan terdaftar di wilayah tersebut, yang diperkirakan membutuhkan suplai BBM hingga 90.000 liter per bulan.

Dia menjelaskan, proses perizinan pendirian dan pembangunan SPBUN pada kenyataannya telah disetujui oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pihaknya juga telah melakukan presentasi di hadapan petinggi KKP guna memuluskan langkah MGRM dalam menjalankan proyek SPBUN tersebut.

Direksi MGRM kini menunggu rekomendasi resmi dari KKP, yang akan diajukan ke Pertamina Patra Niaga guna memperoleh izin prinsip.

“Kami sudah presentasi, dan sudah disetujui. Cuman secara administrasi prosesnya masih menunggu. Masih menunggu rekom dari mereka (KKP),” terangnya.

Sambil menunggu rampungnya proses administrasi, MGRM sudah mulai melakukan pematangan dan penggarapan lahan di lokasi SPBUN, termasuk pengurukan dan pembangunan turap pengisian bahan bakar.

Jika seluruh proses berjalan sesuai yang diharapkan MGRM, maka kemungkinan besar pada tahun 2025 ini pihaknya sudah bisa meresmikan pembangunan SPBUN.

“Target kita 2025 ini sudah bisa melayani kebutuhan BBM nelayan, khususnya di Anggana,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA