BERITAALTERNATIF.COM – Renanda Kusuma Wardana dilahirkan di Kecamatan Loa Kulu pada 11 Juni 2005.
Anak tunggal ini menghabiskan sebagian besar waktunya di Desa Loh Sumber.
Renanda tumbuh menjadi anak yang aktif mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi.
Dia memulai pendidikannya di SD Negeri 006 Loa Kulu. Pada tahun 2014, ia sempat berpindah sekolah. Lalu, Renanda lulus sebagai siswa di SD Negeri 002 Loa Kulu pada tahun 2016.
Setelah berpindah sekolah, Renanda berpartisipasi dalam seleksi Olimpiade Sains Nasional mata pelajaran matematika pada tahun 2015.
Memasuki masa Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia memilih untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Loa Kulu.
Ia pernah menjadi peserta MTQ tingkat kecamatan.
Renanda juga aktif sebagai Komite Keagamaan Organisasi Siswa Intra Sekolah periode 2017-2018.
Saat berada di SMA Negeri 1 Loa Kulu, dia aktif sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Sekolah. Ia menjabat sebagai sekretaris angkatan.
Di luar sekolah, Renanda berperan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kecamatan Loa Kulu pada tahun 2022.
Kemudian, dia bergabung dalam Purna Paskibra Kecamatan Loa Kulu sebagai anggota Bidang Perlengkapan dan Inventaris.
Kuliah dan Organisasi
Renanda menjadi bagian dari mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kutai Kartanegara.
Dia tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Mahasiswa Bidik Misi sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar.
Selain itu, ia mengikuti UKM Pusat Studi Akademik Mahasiswa Unikarta yang berkonsentrasi dalam bidang akademik sebagai kepala bidang pengembangan dan prestasi periode 2024-2025.
Pada tahun kedua berada di perguruan tinggi, Renanda telah berhasil mengembangkan sayapnya hingga mencapai posisi sebagai Ketua Umum DPC Carataker Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
GMNI merupakan cabang yang baru terbentuk di Kukar yang memerlukan pimpinan organisasi.
Ia terpilih dalam Konferensi Cabang Luar Biasa yang diadakan baru-baru ini, yang membahas mengenai kelanjutan organisasi.
Dalam konferensi tersebut, Renanda mengajukan diri sebagai calon ketua yang kemudian terpilih secara aklamasi.
Renanda mengenal GMNI dari temannya yang tergabung dalam GMNI Cabang Samarinda.
Meskipun terdapat organisasi eksternal lain di Kukar, ketertarikan Renanda jatuh pada organisasi merah ini karena asas maupun ideologi yang dianutnya.
Ia sudah resmi menjadi kader GMNI setelah melewati jenjang Pengaderan Tingkat Dasar Cabang Samarinda.
Oleh karena itu, dia mencoba untuk berinteraksi lebih banyak dengan Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Timur agar bisa menyampaikan idenya untuk mendirikan cabang di Kukar.
Renanda mulai mengumpulkan anggota untuk mendapatkan surat keputusan yang akan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat sebagai bentuk legalitas pendirian cabang di Kukar.
GMNI Kukar pun memenuhi syarat untuk menjadi cabang, salah satunya memiliki tiga komisariat yang terdiri dari Dewan Pimpinan Komisariat Hukum, Dewan Pimpinan Komisariat Ekonomi dan Ilmu Pendidikan, serta Dewan Pimpinan Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Dalam kepengurusan kali ini, selain pengurus inti, mereka juga memiliki tiga bidang: politik, yang bergerak dalam menjalin hubugan antar-lembaga; kaderisasi dan bidang kesarinahan yang merupakan bidang yang menghimpun dan mengembangkan kader perempuan.
Renanda memiliki pandangan yang baik dalam bidang kesarinahan. Bidang yang diperuntukkan bagi kader perempuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai diri dalam pengembangan ilmu maupun kepekaan terhadap isu keperempuanan.
Dalam periodesasi kepemimpinannya kali ini, ia memperkuat fondasi ideologi dan prinsip keorganisasian dengan memfokuskan kader untuk mengikuti berbagai kegiatan di cabang serta jenjang pengaderan di GMNI.
Dalam waktu dekat, Renanda memprioritaskan untuk menjadikan GMNI Cabang Kukar sebagai cabang definitif.
Di tahap awal pembentukan cabang ini pun dia menghadapi berbagai dinamika internal dan eksternal, termasuk membangun kesadaran para kader dalam merespons berbagai masalah organisasi.
Ia menyebutkan bahwa GMNI Kukar tidak akan memutus hubungan dengan para pengurus organisasi Cipayung di Kukar.
Renanda mengaku keterpilihannya sebagai ketua bukan semata karena keinginan pribadi, tetapi juga mandat konferensi.
Dalam menyambut Pekan Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2025, GMNI Cabang Kukar tengah mempersiapkan cara pengembangan kader.
Mereka akan melaksanakan pengaderan lewat kegiatan Pekan Penerimaan Mahasiswa Baru untuk memperkenalkan ideologi maupun visi misi GMNI.
Salah satu aspek ketertarikan Renanda dalam organisasi ini adalah ideologi marhaenisme.
Ideologi tersebut menentang penindasan terhadap golongan marhaen yang merupakan representasi dari masyarakat kelas bawah yang kesulitan memenuhi kebutuhan pribadi mereka.
Renanda berharap setelah periodesasi kepengurusannya selesai, GMNI Kukar bisa terbentuk secara penuh menjadi cabang definitif.
Organisasi ini juga diharapkannya menciptakan generasi baru untuk melanjutkan estafet kepemimpinan selanjutnya.
Ia berharap GMNI dapat menghimpun banyak mahasiswa di Kukar untuk turut bergabung dalam organisasi tersebut. (*)
Penulis: Hanna
Editor: Ufqil Mubin












