Search

Profil Ayatullah Haji Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam Iran yang Baru

Ayatullah Haji Mojtaba Khamenei. (Media Sosial)

BERITAALTERNATIF.COM – Ayatullah Haji Sayyid Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Revolusi Islam Iran. Ia menggantikan mendiang ayahnya, Ayatullah Imam Ali Khamenei, yang syahid akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Kota Teheran, Iran, pada 28 Februari 2026.

Ayatullah Sayyid Mojtaba adalah ulama hauzah asal Iran yang dikenal sebagai putra kedua dari Ayatullah Ali Khamenei. Ia lahir pada tahun 1970 di Kota Mashhad, Iran, sebuah kota yang juga dikenal sebagai pusat keagamaan penting bagi kaum Syiah.

Sejak muda, Ayatullah Mojtaba menempuh pendidikan agama di lingkungan hauzah ilmiah, lembaga pendidikan tradisional ulama Syiah. Pendidikan dasar keagamaannya dimulai di Madrasah Ayatullah Mojtahedi Tehrani di Tehran.

Masa Perang Iran–Irak

Pada masa Perang Iran–Irak (1980–1988) yang di Iran dikenal sebagai “Perang Pertahanan Suci”, Ayatullah Mojtaba ikut hadir bersama para pejuang Iran di medan perang. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter revolusionernya.

Setelah perang berakhir, pada 1990 ia pergi ke kota pusat studi Syiah, Qom, untuk melanjutkan pendidikan hauzah. Ia menetap di sana hingga sekitar 1993, kemudian kembali ke Teheran selama lima tahun untuk melanjutkan studi keagamaannya.

Pada 1998, Ayatullah Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad Adel, putri dari tokoh politik Iran Gholam-Ali Haddad-Adel. Pada tahun yang sama ia kembali berhijrah ke Qom untuk menyempurnakan studi tingkat lanjut di hauzah.

Pendidikan Hauzah dan Guru-Gurunya

Di Qom, Ayatullah Mojtaba mempelajari berbagai disiplin ilmu Islam, terutama fikih, ushul fikih, dan ilmu rijal. Ia belajar kepada sejumlah ulama besar, antara lain: Hossein Vahid Khorasani, Javad Tabrizi, Musa Shubairi Zanjani, Mohammad Momen Qomi, serta juga mengikuti pelajaran tingkat tinggi dari ayahnya sendiri, Syahid Ayatullah Ali Khamenei.

Ia kemudian dikenal sebagai pengajar tingkat bahth al-kharij, yaitu tingkat tertinggi dalam pendidikan hauzah, yang biasanya hanya diajarkan oleh ulama yang telah mencapai tingkat keilmuan tinggi.

Aktivitas Akademik di Hauzah Qom

Selama lebih dari 17 tahun, Ayatullah Mojtaba aktif mengajar bahth al-kharij di hauzah Qom. Kelasnya dikenal ramai dan diminati banyak pelajar.

Sebelum pandemi Covid-19, lebih dari 400 pelajar rutin menghadiri kelasnya. Setelah pandemi, ketika pengajaran dilakukan secara daring, jumlah pendaftar bahkan meningkat hingga sekitar 1.300 orang.

Namun pada awal tahun ajaran 2023, ia secara mengejutkan menghentikan kelasnya secara tiba-tiba, meskipun jumlah peserta sangat besar. Menurut penjelasannya kepada murid-muridnya, keputusan tersebut didasari oleh alasan spiritual dan pertimbangan etika di lingkungan hauzah.

Banyak pelajar dan pengajar hauzah meminta agar kelas tersebut dilanjutkan kembali, bahkan sekitar 1.000 orang menandatangani surat permintaan resmi. Meski demikian, Ayatullah Mojtaba tetap mempertahankan keputusannya.

Kegiatan Ilmiah dan Sosial

Selain mengajar, Mojtaba Khamenei juga dikenal aktif dalam: pengembangan pusat kajian fikih revolusioner, pendirian madrasah dan lembaga ilmiah, program sosial untuk membantu masyarakat miskin, dan penelitian tentang isu-isu pemerintahan dan ekonomi.

Beberapa isu yang disebut menjadi perhatian kajiannya antara lain: stabilitas ekonomi dan harga kebutuhan pokok pembangunan perumahan murah dan massal, modernisasi sektor pertanian dan peternakan, pengembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Hubungan dengan Tokoh Spiritual dan Perlawanan

Dalam bidang spiritual, Ayatullah Mojtaba memiliki hubungan dengan sejumlah tokoh irfan dan akhlak terkenal, seperti: Mohammad-Taqi Bahjat, Mirza Javad Agha Maleki Tabrizi (tradisi spiritual hauzah), dan beberapa tokoh irfan lainnya di Iran.

Ia juga diketahui memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh penting dalam poros perlawanan di Timur Tengah, termasuk: Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds Iran yang gugur pada 2020; Hassan Nasrallah, pemimpin gerakan Hizbullah di Lebanon.

Posisi dalam Tradisi Revolusi Islam Iran

Dalam lingkungan Profil Ayatullah Haji Sayyid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam Iran yang Baru dan kalangan pendukung Revolusi Islam, Ayatullah Mojtaba dikenal sebagai ulama yang menekankan: komitmen pada garis Revolusi Islam, sentralitas pemikiran Ruhollah Khomeini, penguatan peran hauzah Qom, pengembangan pemikiran fikih yang relevan dengan sistem pemerintahan Islam. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA