BERITAALTERNATIF.COM – Auli Rahman Basri dan Rendi Solihin ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Kutai Kartanegara (Kukar) oleh Komisi Pemilihan Umum Kukar di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong pada Minggu (11/5/2025) malam.
Keduanya memenangkan Pemilihan Suara Ulang Pilkada Kukar tahun 2025 setelah unggul telak atas pasangan calon Awang Yacoub Luthman-Akhmad Zais dan Dendi Suryadi-Alif Turiadi.
Pada momentum penetapan tersebut, Aulia menyampaikan sambutan di hadapan hadirin, yang kami kutip bagian-bagian pentingnya sebagai berikut:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Pertama dan yang utama, marilah kita bersyukur dengan sebenar-benarnya ketundukan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha kita Andalkan untuk memandu segenap aktivitas politik kita. Atas rahmat dan ridho-Nya, kita dapat hadir pada momen bersejarah hari ini—momen yang menandai berakhirnya satu tahapan proses demokrasi, sekaligus menandai dimulainya proses demokrasi lainnya yaitu pengabdian kepada masyarakat sebagai pelaksanaan amanah.
Saudara-saudaraku sekalian,
Pemilihan kepala daerah yang baru saja kita lalui bukan sekadar ajang kontestasi memilih pemimpin daerah. Harus kita ingat bersama, sejatinya Pilkada bukanlah perlombaan menjadi Bupati. Spirit utama Pilkada secara langsung adalah pelaksanaan hak politik rakyat sebagai pemilik kedaulatan di daerah ini. Karena itu, hasil Pilkada harus dilihat sebagai refleksi keinginan dan harapan rakyat akan iklim kehidupan bermasyarakat yang lebih baik dan lebih mencerahkan.
Perjalanan dan proses Pilkada yang demokratis pastilah memuat pemikiran yang beragam, pertentangan gagasan, perseteruan bahkan perdebatan tajam. Begitulah realitas demokrasi bangsa ini terbangun dengan baik.
Dan hari ini, setelah seluruh proses demokrasi berjalan dengan baik, kita kembali ke pangkuan yang satu, yaitu tanah bertuah Kutai Kartanegara. Kutai Kartanegara tanpa sekat, tanpa saling sikut; Kutai Kartanegara tanpa kubu, tanpa seteru; dan insyaallah Kutai Kartanegara tanpa stagnan, tanpa kemunduran.
Kami sadari sepenuhnya, saat ini kami bukan lagi sekadar pemenang kontestasi Pilkada. Lebih dari itu, kami juga telah ditetapkan sebagai putra pilihan rakyat yang menerima mandat sebagai penjaga marwah daerah, penjunjung adat dan pelestari kebudayaan Kutai Kartanegara yang megah dan agung.
Mohon doakan kami agar diberi kemudahan dalam membawa tanah Kutai Kartanegara yang kita cintai ini menjadi lebih maju, makmur dan sejahtera.
Saya ingin mengutip pernyataan dari Prof. Amartya Sen, seorang peraih Nobel Ekonomi, dalam sebuah buku berjudul Development as Freedom (1999): “Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi tentang membebaskan manusia dari ketakutan, dari kemiskinan, dan dari keterasingan.”
Inilah arah pembangunan kita ke depan: memperpendek jarak antara desa dan kota; mendekatkan pelayanan ke masyarakat serta mewujudkan pemerataan kesejahteraan secara lebih nyata dan tidak sekadar angka statistika.
Hadirin yang kami hormati,
Atas nama pribadi dan seluruh pendukung, kami sampaikan terima kasih kepada seluruh komponen penyelenggara dan pengawas Pilkada pada semua lapisan strukturnya di Kutai Kartanegara yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, penuh integritas, dedikasi dan profesionalisme. Demikian pula kepada segenap jajaran aparatur pemerintah dan keamanan dari berbagai elemen, baik itu TNI, Polri, Satpol PP, Linmas dan sebagainya. Terima kasih atas kerja keras dan pengabdiannya.
Secara khusus, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kakanda Awang Yacoub Luthman dan Akhmad Zais serta Kakanda Dendi Suryadi dan Alif Turiadi, yang telah memberikan kami pelajaran penting tentang adab berkomunikasi, kegigihan sekaligus kedewasaan dalam berpolitik.
Saya mohon kita semua berkenan memberikan applaus yang meriah kepada mereka semua yang sudah saya sebutkan tadi.
Insyaallah, tepuk tangan kita tadi akan mengawali kerja-kerja konsolidatif kita mewujudkan visi misi Idaman Terbaik.
Dalam satu kesempatan, KH. Abdurrahman Wahid atas Gus Dur pernah berkata, “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.”
Karena itu, kita akan awali kerja-kerja pembangunan dalam spirit kemanusiaan yang adil dan beradab, saling ingat mengingat, saling besambong tangan betulungan. Membangun Kukar bukanlah perkara mudah, tetapi percayalah, titik konsolidasi kekuatan kita gerakkkan bersama nanti, akan menjadi kekuatan baru yang mendorong pembangunan Kukar menjadi lebih cepat dan akseleratif.
Terima kasih.
Billahitaufiq Wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. (*)
Penulis & Editor: Ufqil Mubin












