Search

Perang belum Berakhir, Teheran Tolak Segala Konsesi soal Program Nuklir

Seorang perempuan memegang bendera Iran di Teheran pada 25 April 2026. (Al Mayadeen)

BERITAALTERNATIF.COM – Teheran menegaskan kesiapan militernya yang berkelanjutan dan sikap tegas terkait program nuklir, sembari memperingatkan para lawannya bahwa diplomasi tidak akan mampu menghasilkan apa yang gagal dicapai melalui perang.

Teheran terus menegaskan sikap tanpa kompromi terkait program nuklirnya, dengan para pejabat menekankan bahwa tidak akan ada konsesi di bawah tekanan eksternal.

Ebrahim Rezaei, juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menyatakan bahwa Teheran “tidak akan mengalah dalam isu nuklir,” seraya menegaskan bahwa “musuh tidak akan memperoleh melalui negosiasi apa yang gagal mereka capai di medan perang.”

Pernyataannya mencerminkan posisi Iran yang lebih luas, yang memandang keterlibatan diplomatik sebagai sesuatu yang terpisah dari tekanan koersif, khususnya di tengah ketegangan regional dan eskalasi militer yang masih berlangsung.

Rezaei juga mengungkapkan bahwa Iran telah menyiapkan “banyak kejutan” bagi musuh-musuhnya, merujuk pada pernyataan para komandan angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Menurut para pejabat tersebut, bahkan koalisi kekuatan militer global pun tidak akan mampu mematahkan kendali Iran atas Selat Hormuz.

Pernyataan itu menegaskan penekanan Iran pada daya tangkal maritim sebagai pilar utama strategi pertahanannya, terutama mengingat pentingnya jalur perairan tersebut bagi aliran energi global.

Menanggapi aktivitas diplomatik terbaru, dia menjelaskan bahwa kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tidak berkaitan dengan negosiasi mengenai program nuklir.

Sebaliknya, pembahasan difokuskan pada perkembangan regional dan hubungan bilateral dengan negara-negara lain.

Pemisahan ini menunjukkan bahwa Teheran tetap memisahkan kebijakan nuklirnya dari keterlibatan diplomatik yang lebih luas, meskipun perhatian internasional masih tertuju pada kemungkinan negosiasi baru.

Di sisi lain, pejabat militer turut menegaskan pesan kesiapsiagaan berkelanjutan. Mohammad Akraminia, juru bicara militer Iran, menyatakan bahwa angkatan bersenjata tidak menganggap perang telah berakhir, dengan mengatakan bahwa “kondisi masih dianggap sebagai situasi perang.”

Berdasarkan penilaian tersebut, Akraminia memastikan bahwa para perencana militer terus memperbarui daftar target dan perlengkapan operasional, menandakan persiapan yang terus berlangsung menghadapi potensi eskalasi.

Dia juga menekankan bahwa pihak lawan tidak berani melancarkan serangan darat terhadap Iran, yang menurutnya disebabkan oleh kemampuan daya tangkal negara tersebut.

Ia berpendapat bahwa kesiapan angkatan bersenjata Iran menjadi faktor penentu dalam mencegah konfrontasi militer yang lebih luas.

Sementara itu, Reza Talaei, asisten menteri pertahanan bidang perencanaan strategis, menegaskan pentingnya mempertahankan laju penguatan militer Iran.

Dia juga mengisyaratkan kesiapan Teheran untuk berbagi kemampuan pertahanannya dengan negara-negara independen, guna memperkuat aliansi regionalnya. (*)

Sumber: Al Mayadeen

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA