BERITAALTERNATIF.COM – Seorang sumber politik-keamanan Iran mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa gencatan senjata yang diumumkan oleh Washington mencerminkan kekacauan internal dalam struktur komando AS–Israel.
Dalam pernyataannya, sumber tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata sepihak yang diumumkan Washington bukanlah hasil diplomasi, melainkan akibat dari kegagalan mendasar dalam pengelolaan perang.
Menurut sumber itu, perkembangan di medan perang menunjukkan kelemahan signifikan baik di Washington maupun Tel Aviv, termasuk proses pengambilan keputusan yang terpecah serta ketidakpastian operasional yang terus berlangsung.
Sumber tersebut menyatakan bahwa Teheran melihat adanya kesenjangan yang semakin lebar dalam poros Amerika–Israel, terutama antara tujuan yang dinyatakan secara publik dan kemampuan nyata untuk mewujudkannya.
Ia menambahkan bahwa kedua pihak mengalami kesulitan untuk menyepakati langkah selanjutnya dalam perang, sehingga gencatan senjata ini lebih merupakan langkah sementara untuk membeli waktu, bukan perubahan strategi yang berkelanjutan.
Sumber tersebut menekankan bahwa Teheran memandang gencatan senjata sebagai jeda taktis, dan meresponsnya dengan mempersiapkan kemungkinan yang disebut sebagai “skenario berbahaya yang berpotensi mengkhianati.”
Dari perspektif Teheran, konsolidasi front Perlawanan dan pembentukan kerangka operasi bersama telah secara signifikan meningkatkan biaya konfrontasi bagi pihak lawan.
Sumber itu juga menyoroti kerentanan di front utara Israel, dengan perkiraan bahwa sekitar 80.000 tentara dan 20 miliar shekel diperlukan untuk memperkuat posisi. Selain itu, dia menyebut tekanan yang meningkat, termasuk beban ekonomi perang dan risiko terhadap stabilitas pasar energi.
Ia juga mencatat bahwa diskusi dalam International Energy Conference Kuala Lumpur pada 9 April 2026 menekankan kompleksitas yang semakin meningkat, terutama ketika perusahaan-perusahaan besar menyerukan kehati-hatian terhadap tindakan yang dapat mengganggu stabilitas pasar regional dan global.
Meskipun terdapat retorika yang terus berlanjut, sumber tersebut menyatakan bahwa poros Amerika–Israel mulai menyadari tingkat kohesi internal di Iran, yang menurutnya memperbesar dampak kemunduran politik dan operasional yang mereka alami.
Sumber itu mengatakan bahwa Teheran tidak memandang gencatan senjata di berbagai front sebagai titik akhir, melainkan sebagai fase transisi di mana Washington dan Tel Aviv sedang mengevaluasi kembali strategi yang sudah terbebani oleh kelemahan struktural.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa sekitar 30 juta warga Iran yang dilaporkan telah mendaftar untuk wajib militer tidak boleh dianggap simbolis semata, melainkan sebagai indikasi fase konfrontasi yang berkelanjutan dan menentukan. (*)
Sumber: Al Mayadeen












