BERITAALTERNATIF.COM – Penurunan anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berdampak terhadap penyelenggaraan Festival Erau tahun 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Thauhid Afrilian Noor menyebutkan efisiensi dilakukan pada beberapa aspek teknis tanpa mengurangi nilai sakral Erau.
Pada Erau sebelumnya, penari berjumlah 800 orang hingga 1.000 orang. Tahun ini, jumlahnya hanya sekitar 400 orang.
Meski begitu, Thauhid menegaskan, pengurangan jumlah penari tidak akan mengurangi makna pelaksanaan Erau tahun ini.
“Sakralnya Erau ada di Kesultanan, dan itu tidak akan terganggu meski kita melakukan efisiensi,” tuturnya di Kantor Disdikbud Kukar pada Rabu (3/9/2025).
Meski Erau 2025 dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran, ia memastikan kemeriahan dan makna festival ini akan tetap terjaga.
“Walau seluruh organisasi perangkat daerah mengalami defisit anggaran, kami tetap menjaga marwah tradisi ini,” tuturnya.
Thauhid menyampaikan bahwa pihaknya akan merilis secara resmi seluruh rangkaian kegiatan Erau 2025 pada 6 September mendatang.
“Mulai dari logo, tema, jadwal, rundown, semua akan kita rilis pada tanggal 6. Media juga akan kita libatkan untuk publikasi, termasuk peluncuran lagu Erau,” jelasnya.
Dia menyebutkan bahwa pembukaan resmi Festival Erau akan berlangsung pada 21 September 2025, sementara prosesi Belimbur dijadwalkan pada 28 September. Acara Berseperah akan digelar pada 25 September. Sedangkan seluruh kegiatan sakral akan dimulai sejak 12 September.
“Acara sakral menjadi kewenangan penuh pihak Kesultanan. Pemerintah hanya mengatur kegiatan seremonial seperti pembukaan, expo, olahraga tradisional, acara kesenian, serta koordinasi keamanan,” tegasnya.
Thauhid mengungkapkan, seluruh kegiatan besar akan dipusatkan di Stadion Rondong Demang Tenggarong. Pembukaan resmi festival pun akan digelar di lokasi tersebut.
Sementara prosesi adat di makam raja-raja Kutai dijadwalkan pada 29 September 2025. “Setelah itu, seluruh rangkaian acara Erau dinyatakan selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembagian peran antara pemerintah dan pihak Kesultanan Kutai sudah diatur secara jelas. Kegiatan yang berkaitan dengan acara sakral sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak kesultanan.
“Pemerintah tidak akan menyentuh hal-hal sakral karena itu di luar kewenangan kami. Pemerintah hanya fokus pada kegiatan non-sakral,” terangnya.
Hari ini Disdikbud Kukar menggelar rapat sinkronisasi, koordinasi, dan finalisasi pelaksanaan Festival Erau.
Rapat yang berlangsung di Kantor Disdikbud Kukar dipimpin Thauhid dan didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo.
Rapat ini dihadiri Kepala Inspektorat Kukar, perwakilan Dandim 0906/Kkr, Polres Kukar, Satpol PP, event organizer, pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta sejumlah undangan lainnya. (*)
Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin












