BERITAALTERNATIF.COM – Hanya sedikit orang Amerika Serikat (AS) di luar Partai Republik Presiden Donald Trump yang mendukung pengerahan pasukan Garda Nasional untuk menjaga jalan-jalan di Washington D.C., menurut jajak pendapat baru dari Reuters/Ipsos.
Survei selama tiga hari yang berakhir pada hari Minggu itu menemukan bahwa hanya 38% orang Amerika yang mendukung penggunaan pasukan untuk penegakan hukum di ibu kota AS, sementara 46% menentang. Sisanya ragu-ragu atau memilih tidak menjawab.
Dukungan paling besar datang dari kalangan Republik, di mana 76% menyetujui langkah tersebut. Sebaliknya, hanya 8% dari Demokrat yang mendukung. Sementara itu, dari kalangan independen atau yang tidak terikat dengan partai mana pun, 28% setuju dan 51% menolak.
Perpecahan ini sejalan dengan pola dukungan terhadap Trump secara umum. Hanya 40% responden yang mengatakan mereka menyetujui kinerjanya di Gedung Putih, angka terendah yang bertahan dalam tiga kali survei berturut-turut sejak akhir Juli.
Popularitas Trump menurun sejak ia kembali berkuasa pada Januari lalu, ketika 47% orang Amerika masih memberikan dukungan positif. Ia sangat didukung oleh para anggota Partai Republik, namun sangat tidak disukai oleh Demokrat. Sekitar dua pertiga dari independen juga tidak menyetujui dirinya.
Selama masa jabatan keduanya, Trump secara agresif mendorong agenda politiknya, termasuk memperketat imigrasi ilegal, melakukan perang dagang dengan beberapa negara, serta menggunakan sistem hukum federal untuk menyerang lawan politiknya.
Awal bulan ini, Trump memerintahkan pasukan Garda Nasional membantu menjaga Washington D.C., wilayah yang dikuasai oleh Partai Demokrat. Ia juga mengancam akan melakukan hal serupa di kota besar lain yang dipimpin Demokrat. Langkah ini, termasuk mengambil alih kendali kepolisian lokal oleh pemerintah federal, mengikuti kritik lama Trump yang menuduh Demokrat terlalu lunak terhadap kejahatan.
Hanya 36% responden yang mendukung pengambilalihan kepolisian ibu kota oleh pemerintah federal, termasuk 8% dari Demokrat dan 71% dari Republik.
Ratusan pasukan Garda Nasional yang tidak bersenjata telah berjaga di jalanan Washington selama dua minggu terakhir setelah Trump menyatakan keadaan darurat kriminal. Pekan lalu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberi izin kepada pasukan tersebut untuk membawa senjata.
Baik data kejahatan federal maupun kota menunjukkan bahwa tingkat kejahatan dengan kekerasan sudah menurun drastis sejak lonjakan pada 2023. Meski begitu, Washington masih termasuk salah satu kota paling rawan di Amerika.
Para Demokrat, termasuk Wali Kota Washington Muriel Bowser, menilai pengerahan ini lebih bernuansa politik ketimbang soal keamanan. Pasukan justru lebih sering terlihat di daerah yang relatif aman dan ramai wisatawan.
Tingkat persetujuan publik terhadap Trump dalam isu penanganan kejahatan mencapai 43%, salah satu yang tertinggi dalam rekam jejak opini publiknya, setara dengan dukungan atas kebijakan imigrasinya.
Survei Reuters/Ipsos ini melibatkan 1.022 orang dewasa dari seluruh AS. Tingkat kesalahan survei diperkirakan sekitar 3 poin persentase untuk seluruh responden, 6 poin untuk Partai Republik dan Demokrat, serta 5 poin untuk responden independen. (*)
Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












