Search

Penduduk Miskin di Kukar Capai 54 Ribu Jiwa pada Tahun 2025

Dalam 5 tahun terakhir, tingkat kemiskinan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren penurunan. (Pusaran Media)

BERITAALTERNATIF.COM — Tingkat kemiskinan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kukar, persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat sebesar 6,72 persen, turun dari 7,28 persen pada 2024.

Secara jumlah, penduduk miskin di Kukar pada 2025 tercatat sebanyak 54,99 ribu jiwa.

Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 59,00 ribu jiwa. Tren penurunan tersebut terlihat konsisten sejak 2023, setelah sempat mengalami kenaikan pada awal periode.

Pada 2021, jumlah penduduk miskin Kukar tercatat sebesar 62,36 ribu jiwa dengan persentase 7,99 persen.

Angka tersebut sempat meningkat pada 2022 menjadi 62,87 ribu jiwa atau 7,96 persen.

Memasuki 2023, angka kemiskinan mulai menurun menjadi 60,86 ribu jiwa (7,61 persen), lalu kembali turun pada 2024 menjadi 59,00 ribu jiwa (7,28 persen), dan mencapai 54,99 ribu jiwa (6,72 persen) pada 2025.

Meski menunjukkan capaian positif, tingkat kemiskinan Kukar masih berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur yang pada 2025 tercatat sebesar 5,17 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional sebesar 8,47 persen, posisi Kukar relatif lebih baik karena berada di bawah rata-rata nasional.

Selain melihat persentase penduduk miskin, BPS juga mengukur kualitas kemiskinan melalui Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan.

Data menunjukkan bahwa meskipun persentase kemiskinan menurun, indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan mengalami kenaikan pada 2025.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kukar meningkat dari 0,65 pada 2024 menjadi 0,79 pada 2025.

Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik dari 0,10 menjadi 0,15. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan masih melebar, serta ketimpangan pengeluaran antarpenduduk miskin meningkat.

Namun demikian, nilai P1 dan P2 Kukar masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Kalimantan Timur (P1 0,88; P2 0,22) dan nasional (P1 1,37; P2 0,32).

Hal ini menunjukkan bahwa beban dan ketimpangan kemiskinan di Kukar masih lebih ringan dibandingkan rata-rata provinsi dan nasional.

Sementara itu, garis kemiskinan di Kukar terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 569.640 per kapita per bulan, meningkat menjadi Rp 705.397 pada 2025.

Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya standar kebutuhan hidup layak masyarakat.

Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin di tengah meningkatnya garis kemiskinan menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam dua tahun terakhir.

Kondisi ini juga mengindikasikan bahwa upaya pemulihan pascapandemi Covid-19, melalui penguatan sektor perekonomian dan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat, mulai menunjukkan hasil yang positif.

Meski demikian, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada penurunan angka kemiskinan semata, tetapi juga pada upaya menekan kedalaman dan keparahan kemiskinan melalui kebijakan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA