Search

Pemimpin Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Langsung dengan AS

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. (Fars News)

BERITAALTERNATIF.COM – Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah mengadakan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat (AS), dan menambahkan bahwa Teheran juga tidak akan tunduk pada tekanan agar patuh pada perintah Washington.

Dalam sebuah majelis duka memperingati syahadah Imam Ridho (as) di Teheran pada hari Minggu, Sayyid Khamenei mengatakan bahwa keteguhan bangsa Iran dengan penuh kekuatan selama perang yang dipaksakan telah menghadirkan keagungan tersendiri dan menambah kehormatan bangsa Iran di mata dunia.

Beliau kemudian bertanya, “Apa sebenarnya alasan permusuhan berkelanjutan semua pemerintahan AS terhadap Iran selama 45 tahun ini?” Menjawab pertanyaannya sendiri, beliau menambahkan, “Dulu mereka menutupi alasan itu dengan dalih terorisme, HAM, isu perempuan, dan demokrasi. Tetapi pejabat AS sekarang sudah terang-terangan menyatakan alasan sebenarnya: mereka ingin Iran tunduk pada perintah Amerika, artinya mereka ingin bangsa Iran dan sistem Republik Islam menyerah di bawah kendali mereka.”

Ayatullah Khamenei menekankan pentingnya memahami tujuan jahat tersebut. “Mereka ingin Iran dengan sejarah besar dan rakyat yang penuh kehormatan ini tunduk pada AS,” ucapnya.

Beliau juga menanggapi orang-orang yang berpendapat agar Iran bernegosiasi langsung dengan Amerika. “Menurut saya, mereka hanya melihat permukaan masalah. Hakikatnya, ini bukan persoalan yang bisa diselesaikan dengan duduk berunding,” katanya.

Sayyid Khamenei menilai ucapan dan tindakan pejabat AS yang mencoba memaksa bangsa Iran tunduk sebagai penghinaan besar. “Bangsa Iran merasa sangat terhina dengan penghinaan semacam itu, dan mereka akan berdiri dengan segala kekuatan melawan siapa pun yang punya ekspektasi keliru seperti itu,” tegasnya.

Beliau menegaskan bahwa AS mendorong dan membantu rezim Zionis untuk menyerang Iran, dengan harapan bisa mengakhiri Republik Islam. “Mereka tidak menyangka bahwa Iran akan memberi pukulan telak yang membuat mereka menyesalinya,” tegas Sayyid Khamenei.

Beliau juga menyebut pertemuan sekelompok tentara bayaran AS di Eropa sehari setelah perang dimulai, yang bahkan sudah menyiapkan pemerintahan baru dan menetapkan seorang raja.

“Itu menunjukkan betapa bodohnya mereka. Lebih hina lagi ada orang Iran di antara mereka, yang bekerja melawan bangsanya sendiri demi Yahudi, Zionisme, dan Amerika. Orang semacam itu benar-benar menyedihkan,” tuturnya.

Sayyid Khamenei menyebut anggapan bahwa rakyat dan sistem pemerintahan di Iran terpisah hanyalah ilusi musuh.

“Bangsa Iran dengan berdiri bersama angkatan bersenjata, pemerintah, dan sistem telah memberikan pukulan keras kepada mereka semua,” tegasnya.

Sayyid Khamenei menyebut unjuk kekuatan angkatan bersenjata Iran sebagai peristiwa penting yang mengubah perhitungan strategis.

Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada militer dan menegaskan bahwa kemampuan Iran akan terus berkembang dari hari ke hari.

“Meski 45 tahun dihadapkan pada permusuhan, Republik Islam justru semakin kuat. Musuh kini sadar bahwa cara menjatuhkan Iran bukan lagi dengan senjata dan kekerasan, tapi dengan menciptakan perpecahan di dalam negeri,” jelasnya.

Pemimpin Revolusi itu juga kembali menegaskan bahwa rezim Zionis adalah pemerintahan paling dibenci di dunia. Bahkan Inggris dan Prancis, yang biasanya selalu mendukung Zionis, kini pun mengecamnya—meski sebatas kata-kata tanpa arti.

Beliau menyebut kejahatan pemimpin Zionis saat ini—seperti membunuh anak-anak dengan kelaparan, menahan air, hingga menembaki mereka saat antre makanan—sebagai kejahatan yang belum pernah ada dalam sejarah manusia.

“Kita harus melawan kejahatan menjijikkan ini. Tapi melawan hanya dengan kata-kata tidak ada gunanya. Harus ada tindakan nyata, seperti yang dilakukan rakyat pemberani Yaman yang menutup semua jalur bantuan ke Zionis,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Ayatullah Khamenei menegaskan kesiapan Iran untuk melakukan segala tindakan yang mungkin, dan berharap semoga Allah memberkahi gerakan bangsa Iran serta semua pencinta kebenaran di dunia, mencabut akar kanker berbahaya ini dari kawasan, dan membangunkan bangsa-bangsa Muslim agar bersatu.

Beliau juga mengingatkan tentang adanya pihak-pihak di dalam negeri yang sejalan dengan kepentingan AS dan Zionis, atau para pengamat yang tidak paham, yang berusaha menimbulkan perpecahan.

“Alhamdulillah, hari ini negara kita bersatu. Rakyat bersatu. Ada perbedaan pendapat politik dan sosial, tapi dalam membela negara dan menghadapi musuh, rakyat kita bersatu. Persatuan ini adalah pukulan telak bagi musuh, dan inilah yang ingin mereka hancurkan,” terangnya.

Ayatullah Khamenei menutup dengan menekankan bahwa menjaga persatuan nasional adalah tugas bersama. Beliau menyebut pentingnya mendukung para pelayan bangsa, termasuk Presiden, dan menegaskan bahwa menjaga kesatuan di antara semua lapisan masyarakat, antara rakyat dan pemerintah, antarpejabat negara, serta antara rakyat dan angkatan bersenjata adalah sebuah keharusan.

“Tanda-tanda hari ini menunjukkan bahwa musuh tengah berusaha sekuat tenaga untuk merusak harmoni, kebersamaan, dan kerja sama ini,” pungkasnya. (*)

Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA