BERITAALTERNATIF – Mengutip al-Masirah, Abdul Malik al-Houthi, pemimpin Ansarullah Yaman, dalam pidatonya mengatakan bahwa menghadapi musuh di tingkat pemikiran, budaya, dan identitas merupakan salah satu medan dan arena terpenting dalam konfrontasi dengan musuh. Masuk Islamnya masyarakat Yaman dan penerimaan mereka terhadap Islam dengan cara yang khas disebutnya sebagai salah satu perubahan sejarah terbesar dan terpenting bagi rakyat Yaman.
Ia melanjutkan dengan menyatakan bahwa arus kemunafikan di dalam umat Islam, sayangnya, selalu berusaha merusak secara menyeluruh keterikatan iman umat. Arus munafik di dalam umat Islam berupaya mengubah umat menjadi umat yang tunduk kepada musuh-musuhnya serta patuh kepada thaghut dan kekuatan arogan.
Perang lunak melawan kaum Muslimin
Pemimpin Ansarullah Yaman menilai pembebasan dari belenggu thaghut dan komitmen penuh terhadap garis ilahi sebagai indikator paling menonjol dari keterikatan iman. Ia menegaskan bahwa ada perang yang mengerikan, lunak, bersifat setan, dan menyesatkan, yang bertujuan menyeret seorang Muslim ke arah yang bertentangan dengan identitasnya. Mengikuti posisi dan pendekatan para penyesat dan thaghut dinilainya sebagai perkara yang sangat berbahaya. Menurutnya, Al-Qur’an telah membongkar kebohongan klaim para penyimpang.
Dengan menegaskan pentingnya jihad di jalan Allah, ia mengatakan bahwa jihad adalah sarana untuk melindungi umat Islam dan kaum tertindas dari kekuatan-kekuatan jahat dan para penjahat. Ia menekankan bahwa umat Islam memahami pentingnya jihad di jalan Allah sebagai tolok ukur keterikatan iman yang tulus serta menyadari perlunya meneguhkan dan menguatkannya dalam makna yang benar.
Thaghut zaman ini adalah Zionisme, Amerika, Israel, dan Inggris
Pemimpin Ansarullah Yaman menegaskan bahwa thaghut zaman ini adalah Yahudi dan Zionisme internasional, Amerika, Israel, Inggris, beserta para antek dan kaki tangan mereka, yang disebutnya sebagai thaghut paling berbahaya dan paling zalim sepanjang sejarah.
Ia menambahkan bahwa thaghut zaman ini mencakup segala bentuk kezaliman, kerusakan, kejahatan, serta seluruh penyimpangan dari fitrah dan nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Menurutnya, thaghut masa kini memiliki sarana dan kemampuan yang tidak dimiliki oleh thaghut-thaghut sepanjang sejarah. Thaghut zaman sekarang menggunakan alat dan fasilitas yang belum pernah ada presedennya dalam sejarah umat manusia di semua bidang. Thaghut zaman ini, katanya, berupaya menyebarkan kerusakan dan kebejatan di tengah masyarakat manusia, menampilkannya secara terbuka, dan menjadikannya sesuatu yang dianggap biasa di seluruh dunia.
Rahasia ketakutan musuh terhadap Al-Qur’an
Dengan menekankan pentingnya berpegang teguh pada identitas Qur’ani, ia menyatakan bahwa musuh-musuh masih merasa takut terhadap apa yang dimiliki umat Islam dan berupaya menghancurkannya. Perang musuh terhadap masyarakat manusia, menurutnya, bertujuan menyesatkan dan menjerumuskan mereka ke dalam kerusakan serta mengosongkan mereka dari nilai-nilai kemanusiaan. Ia mengingatkan bahwa penyerangan terhadap identitas kemanusiaan merupakan bentuk serangan paling berbahaya.
Pemimpin Ansarullah Yaman menegaskan bahwa musuh menggunakan semua sarana untuk memerangi Al-Qur’an karena memahami bahwa Al-Qur’an adalah penghubung antara manusia dan Allah. Al-Qur’an dinilainya sebagai ancaman besar bagi thaghut dan kaum arogan, karena Al-Qur’an membongkar kedok mereka dan menyingkap hakikat mereka.
Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an mengungkap hakikat rencana-rencana musuh, dan karena itulah mereka sangat membenci Al-Qur’an serta berusaha memisahkan umat Islam darinya. Pemisahan ini, katanya, dimulai dengan menghilangkan kesucian Al-Qur’an di mata kaum Muslim, lalu berlanjut pada tindakan-tindakan kriminal terhadap kitab suci tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa musuh berusaha menguji reaksi kaum Muslim terhadap setiap tindakan kriminal dan penghinaan terhadap Al-Qur’an dan kesucian agama. Banyak negara dan para pemimpinnya, menurutnya, bahkan tidak mengambil sikap paling sederhana demi Al-Qur’an, sementara untuk perkara-perkara sepele justru mengambil sikap paling keras.
Pemimpin Ansarullah Yaman menekankan bahwa musuh berupaya memisahkan secara psikologis dan spiritual banyak kaum Muslim dari Al-Qur’an. Strategi musuh di bidang pendidikan, budaya, dan media diarahkan untuk menarik perhatian umat Islam agar menerima pandangan mereka. Ia menyebut bahwa rezim Saudi, dalam program pendidikannya, terhubung dengan Zionisme.
Peringatan tentang infiltrasi Barat dalam kurikulum pendidikan
Ia menegaskan bahwa budaya dan cara pandang yang mendominasi Arab Saudi dan sistem-sistem lainnya, serta materi yang disajikan dalam kurikulum pendidikan mereka, dibangun berdasarkan standar Barat. Standar Zionis-Amerika dan Barat-Israel, menurutnya, lebih diperhatikan oleh sebagian rezim dibandingkan Al-Qur’an. Ia mengingatkan tentang besarnya masalah dan dahsyatnya pukulan terhadap keterikatan iman ketika standar yang digunakan adalah standar Amerika dan Barat.
Pemimpin Ansarullah Yaman menyatakan bahwa musuh menghapus ayat-ayat Al-Qur’an dari kurikulum sekolah, memutarbalikkan makna, dan menghilangkan konsep-konsep dasar Islam dan iman. Ketika berbicara tentang jihad di jalan Allah, ia menegaskan bahwa umat Islam harus menyadari bahwa mereka adalah umat yang sedang menjadi sasaran.
Proyek Israel Raya bertujuan menundukkan bangsa-bangsa kawasan
Ia mengatakan bahwa musuh secara terang-terangan beroperasi di kawasan dan secara terbuka berbicara tentang “perubahan Timur Tengah”. Pembicaraan tentang Israel Raya, menurutnya, bertujuan menundukkan bangsa-bangsa kawasan kepada musuh paling kriminal dan paling jahat, dan menerima hal itu oleh umat Islam merupakan sebuah bencana besar. Musuh, katanya, berupaya agar persamaan toleransi ini diterima, dan ini adalah persoalan yang sangat serius. Arus munafik di dalam umat Islam disebutnya sebagai alat yang bersekongkol dalam upaya tersebut.
Keselarasan arus munafik dengan Israel
Pemimpin Ansarullah Yaman menegaskan bahwa arus kemunafikan di dalam umat Islam berusaha membuat umat menerima persamaan Israel terkait serangan harian. Musuh, katanya, tidak ingin ada reaksi terhadap pembunuhan dan agresi. Siapa pun yang menentang persamaan ini akan dicela, dan hal itu dinilainya sangat memprihatinkan.
Ia menambahkan bahwa musuh Israel, dengan partisipasi Amerika dan dukungan berkelanjutan Barat, terus melakukan kejahatan di Palestina, Lebanon, dan Suriah. Tidak ada satu hari pun tanpa pembunuhan warga Palestina, dan penahanan serta pembantaian berlangsung setiap hari. Penistaan terhadap Masjid al-Aqsa, penyiksaan para tahanan, serta pelanggaran terhadap kesucian umat Islam terus terjadi dan sangat menyedihkan.
Pemimpin Ansarullah Yaman juga menyinggung kejahatan di Tepi Barat, termasuk penghancuran rumah, penjarahan, pengusiran warga, dan perampasan sumber daya Palestina. Ia mengkritik sejumlah negara Arab yang telah berubah menjadi pembeli hasil rampasan musuh Israel, termasuk dalam transaksi pembelian gas yang dicuri dari rakyat Palestina.
Ia menyebut bahwa musuh Israel juga berupaya menguasai sumber daya air, seperti yang terjadi di Yordania, dan menyayangkan penerimaan dominasi tersebut oleh sejumlah rezim Arab, termasuk hubungan rezim Saudi dengan Israel.
Pelanggaran gencatan senjata Gaza dan dukungan Amerika
Pemimpin Ansarullah Yaman menegaskan bahwa rezim Zionis terus melanggar gencatan senjata Gaza, menutup perlintasan, mencegah masuknya makanan dan obat-obatan, serta menghalangi pasien dan korban luka untuk berobat. Ia menyebut adanya upaya untuk menormalkan kondisi di Gaza dan memaksa kawasan menerima hubungan dengan musuh Israel.
Ia juga menyoroti aliran miliaran dolar ke kantong musuh Israel melalui pembayaran yang dilakukan sejumlah rezim kepada Amerika, serta upaya Amerika menguasai sumber daya minyak Venezuela dengan berbagai dalih.
Pemimpin Ansarullah Yaman menegaskan bahwa Amerika, Israel, dan Zionisme internasional tidak berpegang pada komitmen apa pun dan memiliki pendekatan zalim serta haus dominasi. Ia menilai bahwa pelucutan senjata bertujuan melayani kepentingan Amerika dan Israel, sementara senjata kaum tertindas justru disalahkan.
Putaran berikutnya pertempuran tidak terelakkan
Pemimpin Ansarullah Yaman menegaskan bahwa putaran-putaran berikutnya pertempuran dengan musuh Israel tidak terelakkan dan umat Islam harus selalu waspada, memiliki semangat jihad, serta kesiapsiagaan penuh. Ia memuji aksi jutaan rakyat Yaman, peran media dalam menghadapi musuh, serta kesiapan militer yang terus ditingkatkan.
Ia menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa Amerika gagal menghentikan dukungan Yaman terhadap Palestina. Menurutnya, senjata yang berada di tangan mereka adalah senjata umat Islam, senjata orang-orang yang bertawakal kepada Allah dan berjalan di jalan Al-Qur’an. (*)
Sumber: Mehr News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf












