Search

Pedagang Mulai Bersiap Pindah ke Pasar Tangga Arung, Disperindag Kukar Pastikan Tak Ada Kekosongan Pengelola

Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Kukar, Sayyid Fathullah. (Berita Alternatif/Ahmad Rifai)

BERITAALTERNATIF.COM – Para pedagang yang akan menempati Pasar Tangga Arung di Tenggarong menunjukkan antusiasme tinggi untuk segera pindah dan menempati lapak baru.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sayyid Fathullah, pada Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, proses pemindahan pedagang sudah dapat mulai dilakukan sehingga saat pasar diresmikan oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, kondisinya sudah terisi dan beroperasi.

“Pedagang bisa mulai pindah sudah. Jadi, nanti pasar ini ketika diresmikan oleh Pak Bupati, kondisinya sudah penuh, tidak ada yang kosong,” ujarnya.

Sambil menunggu proses administrasi pengelolaan secara permanen, Disperindag Kukar menyiapkan skema pengelolaan sementara agar aktivitas pasar tetap berjalan dengan baik.

“Sementara ini, sambil menunggu proses, kita masih membuat pengelola sementara dari Disperindag sendiri. Kepala UPT Pasar Mangkurawang kita tugaskan merangkap di sini agar tidak ada kekosongan pengelola,” jelasnya.

Fathullah menegaskan bahwa pihaknya memastikan pengawasan dan pelayanan pasar tetap berjalan setiap hari.

“Masih mampu kita atasi, dan kita usahakan ada sif-sif petugas. Jadi, tidak kosong, setiap hari sampai malam ada orang kita yang berjaga,” katanya.

Terkait jumlah pedagang, ia menjelaskan bahwa sebanyak 703 lapak yang tersedia di Pasar Tangga Arung merupakan pedagang hasil relokasi dari beberapa lokasi sebelumnya.

“Waktu relokasi kemarin, separuh pedagang itu ada di Lapangan Pemuda, selebihnya ada yang di Mangkurawang, dan sebagian lagi memilih menunggu di rumah sambil berdagang online,” terangnya.

Fathullah menegaskan bahwa pilihan tersebut merupakan keputusan masing-masing pedagang dan tidak ada unsur pemaksaan dari pemerintah.

“Kita sudah sediakan tempat di Mangkurawang, tapi mungkin karena pertimbangan biaya transportasi atau alasan lainnya, mereka memilih menunggu di rumah sambil menunggu proses pembangunan ini selesai,” jelasnya.

Meski demikian, Disperindag Kukar memastikan seluruh pedagang tersebut tetap tercatat secara resmi.

“Mereka tetap terdaftar sesuai dengan aplikasi yang kita miliki,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA