Search

PAD Kaltim Menurun, PT BKS Siapkan Ekspansi Bisnis dan Targetkan Kontribusi Nyata pada 2026

Direktur Utama PT BKS, Nidya Listiyono. (Insite Kaltim)

BERITAALTERNATIF.COM – Menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Timur menjadi tantangan yang harus dijawab oleh seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kondisi tersebut mendorong BUMD untuk melakukan berbagai inovasi dan terobosan bisnis guna meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah serta mendukung pembangunan di Benua Etam.

Salah satu langkah strategis dilakukan oleh PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS) yang menjadikan tahun anggaran 2026 sebagai momentum awal untuk merealisasikan berbagai kegiatan usaha yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD Kalimantan Timur.

Dilansir dari Insite Kaltim, Direktur Utama PT BKS, Nidya Listiyono, mengatakan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya, fokus utama perusahaan adalah melakukan pembenahan internal secara menyeluruh.

Langkah tersebut meliputi penyempurnaan administrasi perusahaan, penguatan aspek legalitas, hingga penyelesaian proses audit yang menjadi fondasi penting sebelum perusahaan melakukan ekspansi usaha.

Menurut pria yang akrab disapa Tio tersebut, seluruh proses persiapan telah dilakukan agar BKS memiliki dasar yang kuat dalam menjalankan bisnis secara profesional dan berkelanjutan.

“Secara administratif dan legal termasuk audit sudah kami bereskan. Tahun 2026 ini tidak bisa lagi hanya persiapan, harus sudah ada bisnis,” ujarnya.

Bidik Konsesi IUP sebagai Langkah Strategis

Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, BKS saat ini tengah berupaya memperoleh konsesi kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang dimiliki perusahaan.

Tio menjelaskan bahwa proses tersebut masih berjalan dan membutuhkan waktu yang tidak singkat karena harus melalui berbagai tahapan teknis, administrasi, serta koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Dalam upaya tersebut, manajemen BKS telah melakukan komunikasi dengan berbagai perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang beroperasi di Kaltim.

Selain itu, perusahaan juga melakukan identifikasi terhadap sejumlah potensi lahan bersama organisasi perangkat daerah dan instansi teknis terkait.

“Kami sudah berkeliling Kaltim berkomunikasi dengan perusahaan PKP2B, serta mengidentifikasi potensi lahan bersama dinas terkait. Namun sampai hari ini prosesnya memang belum selesai,” jelasnya.

Siapkan Transformasi Menjadi Holding Company

Meski proses perolehan konsesi masih berlangsung, BKS tidak ingin hanya menunggu hasil dari tahapan tersebut. Perusahaan kini tengah menyiapkan strategi alternatif melalui perubahan KBLI yang memungkinkan BKS bertransformasi menjadi holding company.

Langkah tersebut dinilai dapat memberikan keleluasaan bagi perusahaan dalam mengembangkan berbagai sektor usaha serta mempercepat pengambilan peluang bisnis yang tersedia di Kaltim.

Selain perubahan struktur usaha, BKS mengkaji kemungkinan pembentukan sejumlah anak perusahaan yang akan bergerak di bidang-bidang strategis.

Kajian tersebut saat ini masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study untuk memastikan model bisnis yang dibangun mampu memberikan keuntungan dan nilai tambah bagi daerah.

Dengan skema holding dan anak usaha, perusahaan diharapkan dapat lebih adaptif dalam merespons dinamika dunia usaha sekaligus memperluas sumber pendapatan perusahaan.

Perkuat Sinergi dengan Swasta dan Sesama BUMD

Tidak hanya fokus pada pengembangan internal, BKS juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik perusahaan swasta maupun BUMD lainnya di Kaltim.

Sejumlah komunikasi awal telah dilakukan untuk menjajaki berbagai bentuk kolaborasi, termasuk kerja sama suplai, pengembangan proyek bersama, hingga sinergi lintas sektor yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh pihak.

Menurut Tio, keterlibatan BUMD dalam berbagai aktivitas ekonomi daerah penting untuk diperkuat karena keuntungan yang diperoleh pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat melalui peningkatan PAD dan pembangunan daerah.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur dapat menggandeng BUMD secara positif. Pendapatan BUMD pada akhirnya kembali untuk masyarakat dan pembangunan daerah,” katanya.

Komitmen Hadirkan Bisnis Nyata pada 2026

Dia menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang sangat penting bagi BKS. Setelah melewati fase pembenahan dan konsolidasi internal, perusahaan kini dituntut untuk menunjukkan hasil nyata melalui kegiatan usaha yang berjalan dan menghasilkan pendapatan.

Karena itu, ujarnya, manajemen BKS telah menyampaikan komitmen kepada berbagai pemangku kepentingan bahwa tahun 2026 harus menjadi titik awal realisasi bisnis perusahaan.

“Kami sudah menyampaikan kepada para pemangku kepentingan, 2026 harus ada bisnis yang sudah berjalan. Itu menjadi tanggung jawab kami,” tutup Tio.

Dengan berbagai strategi yang tengah disiapkan, mulai dari penguatan legalitas, upaya memperoleh konsesi IUP, transformasi menjadi holding company, hingga membangun kemitraan strategis, PT BKS optimistis dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan membantu memperkuat PAD Kaltim pada masa mendatang. (adv)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA