Search

Operasi Intelijen Iran di Wilayah Pendudukan Jadi Faktor Utama Kemenangan atas Israel

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF.COM – Operasi intelijen Iran di wilayah pendudukan Israel menjadi faktor penting yang berkontribusi pada keberhasilan serangan rudal dan drone Republik Islam, sekaligus kemenangannya melawan rezim Israel dalam perang 12 hari, demikian disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Juru bicara IRGC Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini menegaskan bahwa operasi intelijen di dalam rezim Zionis berhasil menjawab banyak keraguan sekaligus melengkapi bank informasi IRGC.

Kata dia, bank informasi ini sangat efektif dalam setiap serangan rudal dan drone, dengan data yang diperoleh melalui peretasan, infiltrasi, serta pengumpulan intelijen baru. “Salah satu alasan utama kekalahan musuh adalah kegagalan intelijen mereka,” jelasnya, Kamis (28/8/2025).

Pada 13 Juni, Israel melancarkan agresi terang-terangan dan tanpa provokasi terhadap Iran, yang memicu perang selama 12 hari. Serangan itu menewaskan setidaknya 1.064 orang di Iran, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Amerika Serikat juga ikut campur dengan membombardir tiga fasilitas nuklir Iran, sebuah pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran menargetkan lokasi strategis di wilayah pendudukan serta pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer Amerika terbesar di Asia Barat.

Jenderal Naini juga menyinggung keberhasilan IRGC dalam membongkar jaringan teroris dan penyelundupan senjata di Tabriz, Mazandaran, Isfahan, dan wilayah lain.

Langkah-langkah ini, sambungnya, berperan besar mencegah serangan musuh. Sebagian besar pimpinan kelompok kontra-revolusi sudah ditangkap sebelum perang dimulai, dan selama 12 hari perang tidak ada satu pun operasi teror besar yang berhasil dilakukan.

Ia juga menjelaskan detail rencana musuh yang sudah membagi tugas untuk melancarkan serangan teror terhadap Teheran dari arah barat laut, tenggara, bahkan dari Irak dan Pakistan. Namun semua rencana itu berhasil digagalkan.

Selain itu, IRGC mencatat keberhasilan melawan penyelundup senjata besar di wilayah Kurdistan Irak dan Pakistan, serta operasi terhadap kelompok teroris Mujahedin Khalq.

Jenderal Naini menekankan adanya rasa percaya diri dan kemenangan di tengah rakyat Iran setelah agresi militer Israel-AS.

Sebanyak 82 persen rakyat Iran percaya bahwa negara ini menang. Jajak pendapat global juga menunjukkan lebih dari 60 persen opini publik di kawasan, dan lebih dari 80 persen rakyat Iran, menilai bahwa Iran keluar sebagai pemenang.

“Musuh gagal mencapai tujuan strategisnya, termasuk memecah belah rakyat dengan pemerintah. Justru sebaliknya, persatuan nasional semakin kuat,” tegasnya.

Pada 24 Juni, Iran melalui operasi balasannya terhadap rezim Israel dan AS berhasil memaksa dihentikannya agresi.

Meski ada sanksi dan tekanan, ekonomi Iran tidak runtuh, harga stabil, dan kehidupan sehari-hari tetap berjalan.

“Rantai komando dan kendali tetap utuh, operasi terus berlanjut meskipun beberapa komandan gugur, dan lebih dari 120 negara serta organisasi internasional mengutuk aksi rezim Zionis,” ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran bidang budaya, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juga menegaskan bahwa Iran keluar sebagai pemenang dalam perang 12 hari di bulan Juni.

“Musuh salah dalam perhitungan mereka” sehingga akhirnya kalah menghadapi Republik Islam Iran. (*)

Sumber: Tasnim News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA