Search

Mengapa hanya Ada Satu Calon Rektor Unikarta?

Ketua Panitia Penjaringan Calon Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Dr. Haji Mubarak. (Berita Alternatif/Ahmad Rifai)

BERITAALTERNATIF.COM – Proses pemilihan Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) periode 2025–2029 yang tengah memasuki tahap akhir turut memberikan sejumlah pembelajaran penting bagi panitia.

Ketua Panitia Penjaringan Calon Rektor, Dr. Haji Mubarak, memaparkan secara lengkap evaluasi, tantangan, dan harapan ke depan agar mekanisme pemilihan rektor dapat berjalan lebih baik, lebih terbuka, dan lebih partisipatif.

Menurutnya, salah satu evaluasi utama adalah rendahnya partisipasi dari civitas akademika dalam mencalonkan diri sebagai kandidat rektor.

Mubarak menilai hal ini turut dipengaruhi kuatnya figur inkumben, Prof. Dr. Ince Raden, yang kembali maju sebagai calon tunggal.

“Saat ini jabatan rektor itu luar biasa, sangat strategis. Namun partisipasi dari komponen kampus yang memenuhi syarat masih kurang. Figur Pak Ince ini masih dipandang sangat kredibel, sehingga sebagian kompetitor merasa minder. Ini lebih pada soal partisipasi,” ujarnya kepada awak media Berita Alternatif pada Selasa (9/12/2025).

Dia menyebut rekam jejak kepemimpinan Prof. Ince—mulai dari pembangunan, komunikasi eksternal, hingga stabilitas kelembagaan—ikut memengaruhi peta kontestasi sehingga hanya satu calon yang memenuhi syarat dan maju.

Ia menekankan bahwa Unikarta sebenarnya memiliki potensi besar untuk menghasilkan banyak calon rektor kompeten.

“Kita punya tiga guru besar. Kemudian lebih dari 20 dosen bergelar doktor. Idealnya ke depan peserta pemilihan rektor lebih ramai,” katanya.

Mubarak menilai pemilihan rektor berikutnya harus dapat mendorong lebih banyak dosen berkompetensi tinggi untuk tampil dan tidak sungkan bersaing.

“Ini penting untuk dinamika akademik dan kepemimpinan kampus,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA