Search

Kunjungan Trump ke Timur Tengah Dinilai Sarat Kepentingan Politik dan Bisnis

Pengamat Timur Tengah, Dina Y. Sulaeman. (Dok. Berita Alternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke kawasan Teluk baru-baru ini menuai sorotan tajam dari sejumlah pengamat politik internasional.

Pengamat Timur Tengah Dina Y. Sulaeman menyatakan bahwa lawatan tersebut bukan merupakan misi diplomatik atau perdamaian, melainkan sarat dengan agenda tersembunyi yang menguntungkan kepentingan geopolitik dan bisnis AS.

Dalam analisanya yang dikutip media ini di laman Facebook pada Sabtu (24/5/2025), Dina mengungkapkan bahwa kunjungan Trump memiliki tiga tujuan utama.

Pertama, mendorong negara-negara Arab untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel di tengah berlangsungnya genosida terhadap warga Gaza.

Sikap simpatik Trump terhadap Palestina, menurut Dina, hanyalah bagian dari strategi untuk memperlunak resistensi negara-negara Arab terhadap Israel.

Kedua, Trump disebut tengah mempererat kerja sama ekonomi antara oligarki Amerika dengan kerajaan-kerajaan Arab. Hubungan bisnis ini dinilai memperkuat dominasi elit global atas sumber daya dan kebijakan kawasan.

Ketiga, kunjungan tersebut dianggap sebagai upaya untuk membangun citra baru bagi kelompok Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) dan pemimpinnya, Abu Mohammad al-Jolani.

Kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari Al-Qaida dan terlibat dalam kekerasan terhadap berbagai kelompok etnis dan agama di Suriah, kini disebut-sebut mulai “dinormalisasi” karena menunjukkan loyalitas pada kepentingan AS dan Israel.

Dina menegaskan bahwa manuver ini adalah bagian dari strategi besar AS untuk mempertahankan dominasi dan status quo regional. Namun demikian, ia juga menyatakan bahwa dunia kini semakin menyadari wajah asli kekuasaan imperialis yang menindas.

“Rezim-rezim yang berlumuran darah rakyat tertindas tidak akan bertahan selamanya,” pungkasnya. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA