Search

Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera Raih Peringkat B dari CDP, Tegaskan Transparansi Lingkungan Petani Kecil di Panggung Global

Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Jamaluddin. (Berita Alternatif/Ahmad Rifai)

BERITAALTERNATIF.COM — Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera mencatatkan tonggak penting dalam tata kelola keberlanjutan dengan meraih peringkat B dari Carbon Disclosure Project (CDP), organisasi nirlaba global yang mengelola sistem pengungkapan data lingkungan paling komprehensif di dunia.

Pencapaian ini menempatkan Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera sebagai koperasi pertama di Indonesia yang melakukan pengungkapan data lingkungan secara global melalui CDP, serta memperoleh skor tertinggi untuk kategori Usaha Kecil dan Menengah (SME).

Penilaian CDP dilakukan menggunakan metodologi independen dan ketat, yang mengevaluasi kualitas transparansi, kesadaran risiko, tata kelola lingkungan, serta tindakan nyata organisasi dalam merespons tantangan iklim dan lingkungan.

Pada tahun 2025, hampir 20.000 organisasi dinilai dan lebih dari 22.100 organisasi melaporkan data melalui CDP. Sistem penilaian ini digunakan secara luas oleh investor dan pembeli global untuk menilai risiko, peluang, dan kesiapan rantai pasok dalam menghadapi transisi menuju ekonomi rendah emisi dan bebas deforestasi.

Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Jamaluddin, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan posisi strategis koperasi petani dalam rantai pasok global.

“Peringkat B dari CDP bukan sekadar pengakuan administratif bagi kami. Ini adalah pernyataan sikap. Kami menunjukkan bahwa koperasi petani—yang kerap diposisikan di pinggiran—mampu memenuhi standar transparansi lingkungan global yang selama ini didominasi oleh korporasi besar,” ujarnya kepada awak media pada Senin (22/12/2025).

Kata dia, menjadi koperasi pertama di Indonesia yang melakukan pengungkapan lingkungan secara global adalah keputusan yang disengaja.

“Kami memilih transparansi, meskipun itu berarti membuka diri terhadap penilaian yang ketat dan independen. Karena kami meyakini bahwa masa depan petani tidak ditentukan oleh pembelaan normatif, melainkan oleh data yang terbuka, disiplin pengelolaan, dan keberanian untuk bertransformasi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja nyata para petani anggota koperasi dalam mengelola kebun secara bertanggung jawab, menjaga lanskap, dan menata produksi agar selaras dengan iklim serta tuntutan pasar masa depan.

“Ini membuktikan bahwa keberlanjutan bukan beban tambahan, melainkan strategi inti untuk bertahan dan bertumbuh,” tegasnya.

CDP sepenuhnya selaras dengan kerangka kerja TCFD dan mengelola basis data lingkungan terbesar di dunia. Pada tahun 2025, sebanyak 640 investor dengan total aset lebih dari USD 127 triliun meminta CDP untuk mengumpulkan data dampak, risiko, dan peluang lingkungan dari perusahaan dan organisasi di seluruh dunia.

CEO CDP, Sherry Madera, menyampaikan bahwa skor CDP merupakan indikator penting bagi dunia usaha dan keuangan global.

“Skor CDP menunjukkan komitmen terhadap data berkualitas tinggi yang memungkinkan organisasi mengambil keputusan ekonomi yang positif bagi bumi, meningkatkan daya saing, dan memperkuat ketahanan jangka panjang,” ujarnya.

Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal untuk memperkuat tata kelola, konsistensi pelaporan, serta integrasi kepatuhan pasar global dalam operasional koperasi dan praktik petani anggota.

“Kami mengajak koperasi lain, pelaku usaha, dan mitra rantai pasok untuk berhenti menunda dan mulai bertindak. Transparansi lingkungan bukan hak eksklusif perusahaan besar—ini adalah tanggung jawab kolektif jika pertanian Indonesia ingin tetap relevan, kredibel, dan berdaya saing di tingkat global,” tutup Jamaluddin. (*)

Penulis: Ahmad Rifai
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA