BERITAALTERNATIF.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menghadiri pembukaan eMKA Hospital yang berlokasi di Jalan Aji Masnandai, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong pada Minggu (12/7/2026).
Dalam sambutannya, dia menyebut kehadiran rumah sakit swasta pertama di Kukar itu sebagai investasi strategis yang akan memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia yang hadir mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham dan manajemen eMKA Hospital atas komitmennya menghadirkan layanan kesehatan swasta di Kukar.
Menurutnya, peresmian eMKA Hospital bukan hanya menjadi penambahan fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Hari ini bukan sekadar meresmikan rumah sakit, tetapi juga menghadirkan investasi strategis di bidang pelayanan publik yang akan berdampak pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Sunggono mengatakan, dalam perspektif pembangunan daerah, sektor kesehatan tidak dapat dipandang hanya sebagai urusan pelayanan medis semata.
Kesehatan, kata dia, merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia karena masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas lebih tinggi, kualitas pendidikan yang lebih baik, daya saing ekonomi yang meningkat, serta ketahanan sosial yang lebih kuat.
Karena itu, ia menyebut Pemkab Kukar menempatkan pembangunan kesehatan sebagai salah satu program prioritas sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029.
Sunggono juga mengakui tantangan penyelenggaraan pelayanan kesehatan ke depan semakin kompleks. Oleh sebab itu, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Kesehatan adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” katanya.
Menurut dia, kolaborasi tersebut perlu melibatkan pemerintah, sektor swasta, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, BPJS, hingga masyarakat agar pelayanan kesehatan di Kukar semakin kuat dan mudah diakses.
Ia menambahkan, Pemkab Kukar memandang kehadiran eMKA Hospital sebagai bagian dari penguatan ekosistem pelayanan kesehatan daerah, bukan sebagai pesaing rumah sakit milik pemerintah.
Selain itu, dengan kapasitas 128 tempat tidur, Sunggono berharap eMKA Hospital mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, cepat, aman, transparan, beretika, serta mengutamakan keselamatan pasien.
Dia juga berharap visi eMKA Hospital sebagai rumah sakit pilihan utama dapat diwujudkan secara konsisten melalui budaya pelayanan yang humanis, responsif, dan berkualitas.
“Kami tidak melihat rumah sakit swasta sebagai kompetitor, tetapi sebagai mitra strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











