BERITAALTERNATIF.COM – Sebanyak 196 pencari kerja dinyatakan lolos seleksi administrasi pada pelaksanaan Job Fair 2026 Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan mengikuti tahapan walk-in interview bersama 20 perusahaan peserta.
Proses wawancara berlangsung selama dua hari sebagai bagian dari rangkaian rekrutmen untuk mengisi sekitar 370 lowongan kerja yang dibuka dari berbagai sektor usaha.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan walk-in interview merupakan lanjutan dari proses seleksi berkas yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Seluruh peserta yang mengikuti tahapan tersebut merupakan pencari kerja yang telah memenuhi persyaratan administrasi dari perusahaan yang dilamar.
Menurutnya, pada hari kedua pelaksanaan atau 15 Juli, proses wawancara ditutup sekitar pukul 15.30 Wita. Setelah itu, masing-masing perusahaan akan mulai mengumumkan hasil seleksi kepada para peserta.
Dendy menjelaskan, peserta yang dinyatakan lolos wawancara belum otomatis diterima bekerja. Sebab, setiap perusahaan masih memiliki tahapan seleksi lanjutan, mulai dari tes tambahan hingga pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up atau MCU) sebelum penempatan kerja.
Meski demikian, peluang peserta untuk diterima cukup besar apabila mampu melewati seluruh proses yang telah ditentukan perusahaan.
“Sekitar 80 persen peserta yang lolos wawancara berpeluang mendapatkan penempatan kerja. Namun mereka masih harus mengikuti tahapan seleksi lanjutan sesuai prosedur masing-masing perusahaan,” katanya.
Dia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kondisi kesehatan selama proses rekrutmen berlangsung.
Ia berpendapat, hampir seluruh perusahaan mewajibkan calon pekerja menjalani MCU sebagai syarat sebelum mulai bekerja.
Selain membuka ratusan lowongan kerja, Job Fair 2026 juga menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam melihat kondisi pencari kerja di Kukar.
Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas peserta berasal dari kelompok usia produktif dan didominasi oleh fresh graduate yang baru menyelesaikan pendidikan.
Namun demikian, masih banyak pencari kerja yang belum memiliki pengalaman kerja maupun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Kondisi tersebut akan menjadi perhatian Distransnaker Kukar untuk menyusun program pelatihan peningkatan kompetensi bagi pencari kerja.
“Sehingga mereka yang belum berhasil tahun ini memiliki peluang lebih besar pada Job Fair berikutnya maupun program Job Fair Everyday,” jelasnya.
Dendy mengungkapkan bahwa sektor pertambangan menjadi bidang yang paling diminati dalam Job Fair tahun ini.
Dari seluruh perusahaan peserta, terdapat lima perusahaan pertambangan yang membuka lowongan kerja, jumlah terbanyak dibanding sektor lainnya seperti perkebunan, pembiayaan, jasa penyedia tenaga kerja, ritel niaga, jasa komunikasi, penyedia makanan, hingga penjualan kendaraan.
“Ada lima perusahaan tambang yang ikut membuka lowongan dan peminatnya juga paling banyak,” tutupnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












