Search

Israel Bunuh Hampir 90 Warga Palestina di Tengah Kelaparan Massal

Sejumlah korban serangan Israel tergeletak di tengah bencana kelaparan yang menimpa masyarakat Palestina di Jalur Gaza. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Setidaknya 86 orang, termasuk 71 yang sedang mencari bantuan kemanusiaan, tewas dalam serangan terbaru Israel di Jalur Gaza. Rezim tersebut terus melanjutkan perang genosida di wilayah Palestina meskipun mendapat kecaman internasional.

Mengutip sumber medis sebagaimana dilansir media ini dari Mehr News pada Jumat (1/8/2025), Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan pada hari Rabu bahwa 51 orang tewas dan lebih dari 648 lainnya terluka oleh pasukan Israel saat mereka menuju ke titik penyeberangan Zikim untuk mendapatkan bantuan yang masuk ke Gaza utara.

Sebanyak 20 pencari bantuan lainnya tewas dalam serangan Israel di dekat koridor Morag, menurut laporan Rumah Sakit Nasser di kota Khan Yunis, selatan Gaza.

Sementara itu, 15 orang lainnya tewas dalam serangan udara terpisah Israel di berbagai wilayah Gaza. Di antara korban serangan di Kota Gaza terdapat jurnalis foto Palestina, Ibrahim Mahmoud Hajjaj, berusia 35 tahun.

Serangan baru Israel ini terjadi di tengah peringatan dari lembaga bantuan dan pejabat kesehatan tentang meningkatnya angka kelaparan di Gaza, terutama di kalangan anak-anak dan lansia.

Euro-Med Human Rights Monitor (Euro-Med) melaporkan bahwa sekitar 1.200 warga lanjut usia Palestina telah meninggal di Jalur Gaza dalam dua bulan terakhir akibat kebijakan kelaparan Israel, kekurangan gizi, dan kurangnya perawatan medis.

“Jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi,” tambah laporan itu, seraya mencatat bahwa ratusan lansia datang setiap hari ke rumah sakit dan pusat layanan kesehatan dalam kondisi kelelahan ekstrem untuk mencari cairan nutrisi.

Menurut PBB, Gaza membutuhkan sedikitnya 500 hingga 600 truk bantuan per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar kemanusiaan. Namun, hanya 269 truk yang berhasil masuk ke wilayah yang terkepung tersebut dalam empat hari terakhir.

Aliran bantuan yang sangat terbatas ini “tidak menjangkau sebagian besar populasi,” kata Adnan Abu Hasna, juru bicara UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Israel melancarkan genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023 setelah kelompok perlawanan Hamas melancarkan operasi bersejarah terhadap entitas pendudukan sebagai balasan atas meningkatnya kekejaman rezim terhadap rakyat Palestina.

Rezim Tel Aviv hingga kini gagal mencapai tujuan utamanya, yaitu menghancurkan Hamas dan membebaskan seluruh tawanan di Gaza, meskipun telah membunuh 60.138 warga Palestina—sebagian besar perempuan dan anak-anak—serta melukai 146.269 lainnya.

Kondisi kelaparan massal kini juga melanda Gaza akibat blokade yang diberlakukan oleh Israel atas wilayah tersebut. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA