Search

Isnaniah dan Segudang Prestasi untuk Kelurahan Panji

BERITAALTERNATIF.COM – Isnaniah lahir di Samarinda pada 11 November 1980.

Dia menghabiskan sebagian besar masa sekolahnya di Tenggarong. Berbeda dengan sang kakak yang memilih untuk mengikuti orang tua mereka yang bekerja berpindah tempat, Isnaniah memilih untuk tetap tinggal di Kota Raja bersama sang nenek.

Semasa sekolah, Isnaniah aktif mengikuti berbagai organisasi, terutama Pramuka. Saat sekolah dasar, ia aktif di Pramuka Siaga dan berlanjut hingga sekolah menengah pertama. Saat memasuki sekolah menengah atas, Isnaniah aktif di Kwartir Cabang hingga masuk ke pengurus Ambalan dan Dewan Kerja Cabang.

Keikutsertaannya dalam dunia Pramuka sempat terhenti saat ia hamil anak kedua. Namun, saat ini ia kembali dipanggil untuk menjadi pengurus di Kwartir Ranting yang sesuai dengan jabatannya sebagai lurah, yaitu Majelis Pembimbing Ranting.

Isnaniah mengakui memang menyukai aktivitas organisasi. Hal ini jugalah yang kemudian membawa ia pada posisi saat ini.

Selain Pramuka, semasa sekolah, ia juga aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah. Pada tahun 1997, saat masa SMA, ia juga pernah menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selain aktif di organisasi, Isnaniah termasuk anak yang cerdas. Semasa sekolah, sepanjang ingatannya, ia tak pernah lepas dari peringkat tiga besar. Pasalnya, kesibukannya di organisasi tidak melunturkan kewajibannya sebagai pelajar.

Isnaniah sempat berada di sekolah perawat selama 3 semester sebelum akhirnya lulus tes pegawai dan memilih untuk melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Widya Gama yang sejalan untuk melanjutkan karirnya. Di sana, ia juga berkarir di organisasi sebagai Wakil Ketua Senat dan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia di Kalimantan Timur.

Saat ini, kesibukannya sebagai lurah mengharuskan ia menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengurus masyarakat. Hal ini membuat Isnaniah kini tidak bisa secara maksimal dalam berorganisasi.

Perjalanan Karir

Isnaniah pertama kali ditugaskan di Kantor Kecamatan Tenggarong saat lulus tes pegawai dan berada di sana selama 10 tahun.

Setelah itu, ia menjadi Kepala Seksi Sosial Kelurahan Melayu selama 12 tahun.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melihat keaktifan Isnaniah, karena sentuhan pekerjaannya lebih banyak langsung ke warga, terutama warga yang tidak mampu, rumah ibadah, hingga organisasi.

Isnaniah menilai hal itulah yang menjadikan ia dilihat sebagai figur yang cocok mengemban jabatan sebagai lurah.

Ia telah mengemban amanah tersebut selama tiga tahun.

Menurut Isnaniah, lurah bukanlah jabatan yang mudah. Apabila diberi pilihan, ia tidak ingin mengambil jabatan tersebut.

Baginya, lurah harus aktif dan menjadi panutan masyarakat, bukan hanya sekadar jabatan belaka sehingga tanggung jawabnya lebih banyak.

Kini, hal yang paling terasa setelah ia menjabat sebagai lurah adalah perubahan kepribadiannya.

Isnaniah harus lebih sabar, sebab memimpin masyarakat tidak bisa menggunakan emosi dan harus memiliki hati yang lebih lapang, terutama menghadapi masyarakat dengan berbagai karakter dan kondisi lingkungan tempat ia memimpin.

Selama menjabat di Kelurahan Panji, Isnaniah berhasil menorehkan banyak prestasi terutama di lomba kelurahan yang dalam dua tahun berturut-turut berhasil menjadi juara 1 lomba kelurahan tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara dan juara 3 di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Ini merupakan kali pertama bagi kelurahan yang menjadi perwakilan Kecamatan Tenggarong karena sebelumnya tidak pernah ada satu pun kelurahan mendapatkan posisi di tingkat provinsi.

Terakhir, Kelurahan Panji juga berhasil masuk dalam program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional dari 500 desa dan kelurahan.

Kelurahan Panji mewakili Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendapatkan penghargaan sebagai Proklim Utama. Apabila mendapatkan kesempatan, ia menginginkan untuk masuk ke posisi Proklim Lestari yang tingkatannya lebih tinggi lagi.

Untuk mencapai seluruh prestasi tersebut, jelas tidak mudah. Kerja sama antara organisasi, RT, juga terutama warga memiliki sumbangsih yang besar. Karena kegiatan ini tidak hanya mengukur kegiatan di kelurahan tetapi juga keaktifan masyarakat.

Impian Isnaniah adalah membawa Kelurahan Panji di tingkat nasional pada lomba kelurahan yang saat ini baru berhasil mencapai tingkat provinsi.

Namun, karena mereka telah menjadi pemenang selama dua tahun berturut-turut, maka ada kemungkinan jika posisi itu akan bergantian dengan kelurahan lain di Kecamatan Tenggarong. Selain itu, ia menargetkan untuk mencapai Proklim di tingkat Lestari.

Lomba antar-kelurahan tersebut juga bukan hanya sekadar lomba biasa. Ada banyak sekali faktor penilaian dan hal-hal yang harus dipersiapkan, termasuk dalam hal pelayanan, profil kelurahan, standar operasional pelayanan, pelayanan online, hingga prestasi lain seperti masuk ke dalam kategori Desa Ramah Lingkungan, dan bebas bantaran sungai yang secara tidak langsung berdampak pada kualitas dan kesejahteraan masyarakat di dalamnya.

Lomba ini juga mendorong berbagai organisasi lain di bawah kelurahan untuk aktif, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah, usaha peningkatan pendapatan keluarga, kelompok usaha bersama, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, lembaga pemberdayaan masyarakat, hingga Karang Taruna sebagai wadah pengembangan remaja.

Saat ini pun mereka sedang berupaya untuk menghidupkan kembali Forum Anak Kelurahan sebagai optimalisasi pengembangan kawula muda.

Adapun kegiatan yang rutin ia adakan setiap tahun adalah perayaan 17 Agustus. Ia mengundang seluruh perwakilan RT dari anak-anak hingga dewasa untuk mengikuti berbagai perlombaan, yang kemudian ditutup dengan malam obor. Kegiatan banyak diikuti oleh para anak muda.

Hal ini sebenarnya juga didukung oleh kondisi geografis Kelurahan Panji yang terdiri dari wilayah perkotaan dan daerah jarang penduduk yang mirip dengan pedesaan sebab mayoritas warganya masih berprofesi sebagai petani.

Isnaniah menyadari berbagai potensi ini. Dia akan berusaha sebisa mungkin untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Kelurahan Panji juga memiliki berbagai tempat wisata terkenal seperti Museum Mulawarman, Planetarium Jagad Raya, hingga Waduk Panji Sukarame.

Mereka tak bertanggung jawab secara langsung dalam pengelolaan sejumlah objek wisata tersebut.

Satu-satunya tempat wisata yang mereka kelola secara mandiri adalah Taman Miana di sekitar Stadion Rondong Demang.

Namun, Isnaniah bangga akan hal tersebut. Ia juga berharap pemerintah yang mengelola tempat wisata itu bisa lebih memperhatikan kondisi bangunan tersebut agar terkontrol dan layak untuk dikunjungi.

Sebab, beberapa lokasi seperti di sekitar Waduk Panji merupakan tempat yang sepi dan rawan kejahatan.

Hal ini juga yang menjadi alasan pembentukan Satgas Narkoba Kelurahan Panji. Satgas ini rutin melakukan patroli untuk melihat fenomena transaksi narkoba yang sering dilakukan di tempat-tempat sepi meskipun Kelurahan Panji merupakan kelurahan bebas narkoba.

Saat ini, yang masih menjadi tantangan saat menjadi lurah, terutama saat baru menjabat, adalah penyesuaian diri dan pendekatan ke seluruh RT.

Tetapi, ia bersyukur di Kelurahan Panji, semua orang menyambut dengan tangan terbuka dan mau mengikuti berbagai arahan melalui instruksi yang baik. Apalagi, Panji juga masih masuk dalam kelurahan yang kondusif.

Beberapa waktu belakangan, berbagai pembangunan dan kegiatan pemerintah mulai diadakan di lokasi Kelurahan Panji seperti Car Free Day, Simpang Odah Etam, hingga Pasar Ramadan yang berpengaruh langsung pada perekonomian dan peningkatan pendapatan UMKM Kelurahan Panji, termasuk KUB yang digagas oleh PKK kelurahan dan menjadi wadah bagi UMKM.

Isnaniah juga berhasil mengelola dana dengan baik, termasuk dana dari program 50 juta per RT yang ia alokasikan sebagian pada pembentukan Taman Toga yang tidak hanya dibuat tetapi juga dikelola dengan baik oleh warga.

Hal ini dimaksudkannya agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rempah dalam jumlah kecil.

Untuk meningkatkan semangat masyarakat dalam mengelola taman ini, Isnaniah melakukan perlombaan bagi RT dengan Taman Toga yang memiliki tanaman yang beragam meskipun tidak ada dalam pagu anggaran.

Isnaniah ingin agar masyarakat merasa bahwa apa yang mereka lakukan selalu dihargai.

Secara pribadi, Isnaniah berkomitmen kepada masyarakat dengan cara terus memberikan dukungan hingga ia bisa mencapai seluruh prestasi saat ini terutama organisasi masyarakat dan kegiatan gotong royong warga.

Hal ini juga sekaligus menjadi sebuah tantangan mengingat sebagian wilayah Panji sudah masuk ke perkotaan yang warganya lebih mengarah pada sifat individualis.

Isnaniah harus mendorong masyarakat untuk bisa aktif mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh kelurahan.

Namun, ia masih diunggulkan oleh warga dari wilayah lain yang masih memiliki nilai gotong royong yang tinggi sehingga ia nyaman untuk terus bekerja dan bersemangat dalam memberikan yang terbaik.

Isnaniah berharap Kelurahan Panji bisa tetap kondusif apalagi menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar yang masih belum stabil.

Meskipun sosialisasi masih terus dilakukan terkait pemberitahuan mengenai PSU, beberapa warga masih banyak yang cuek.

Ia berharap semua masyarakat bisa antusias untuk datang kembali ke TPS sebagai kewajiban warga negara untuk menentukan pemimpin yang layak di masa depan.

Isnaniah juga berpesan agar masyarakat bisa lebih peduli, baik kepada lingkungan maupun orang-orang di sekitar.

Menurutnya, rasa kepedulian terhadap tetangga dan orang terdekat mulai mengikis terutama di daerah perkotaan, sebab orang terdekatlah yang akan pertama membantu.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai lurah, ia berharap prestasi yang berhasil dicapai oleh Kelurahan Panji bisa terus dijaga dan ditingkatkan.

“Saya sudah puas dan sudah banyak hal yang saya lakukan untuk mengubah wajah Kelurahan Panji dan saya juga diterima dengan baik oleh masyarakat,” tutupnya. (*)

Penulis: Hanna

Editor: Ufqil Mubin

Tags :

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA