Search

IRGC Nyatakan Dukungan Penuh terhadap Pemerintahan Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran. (Fars News)

BERITAALTERNATIF.COM – Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Iran. Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, angkatan bersenjata, dan rakyat merupakan pilar penting bagi keamanan, stabilitas, pertahanan, dan pembangunan nasional.

Pernyataan ini dikeluarkan pada hari Minggu (24/8/2025) bertepatan dengan peringatan Pekan Pemerintahan. IRGC menegaskan bahwa meskipun situasi regional dan global sangat kompleks, Iran tetap melangkah di jalur kemajuan dan kehormatan dengan mengandalkan iman, wawasan, dan keteguhan rakyatnya di bawah bimbingan bijak Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

IRGC juga memuji upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan nasional di berbagai sektor serta dukungannya yang efektif terhadap angkatan bersenjata, khususnya selama perang 12 hari melawan “kampanye agresif AS dan rezim Zionis”.

Menurut IRGC, peristiwa itu menjadi bukti nyata kerja sama erat antara pemerintah dan militer dalam membela keamanan serta stabilitas Iran, sekaligus mendukung front perlawanan.

Menekankan misi historis dan religiusnya, IRGC kembali menegaskan komitmennya untuk membantu pemerintah dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Selama lebih dari empat dekade, IRGC telah berperan strategis dalam proyek-proyek besar—mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pengentasan kemiskinan—yang secara signifikan mendorong tujuan Revolusi Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

IRGC juga menegaskan fokus berkelanjutan pada peningkatan kapasitas pertahanan dan keamanan untuk menghadapi ancaman baru, serta menjaga kesiapan penuh dalam menjalankan misi penting demi membela kedaulatan, integritas teritorial, dan kepentingan nasional Iran.

Disebutkan bahwa rezim Israel memulai perang terhadap Iran pada 13 Juni dengan dukungan Amerika, menargetkan dan membunuh sejumlah komandan militer, ilmuwan, serta menewaskan ratusan warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak. Pada hari yang sama, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan balasan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap wilayah pendudukan.

Dalam serangan Israel itu, lebih dari 1.000 orang gugur syahid dan lebih dari 5.600 lainnya terluka. Amerika Serikat ikut bergabung pada 22 Juni dengan membombardir tiga fasilitas nuklir Iran. Namun, menurut laporan awal yang bocor dari Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, serangan itu tidak berhasil menghancurkan komponen inti program nuklir Iran dan hanya menundanya beberapa bulan.

Sehari setelahnya, Iran meluncurkan gelombang rudal ke Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar—pangkalan militer terbesar AS di Asia Barat—sebagai balasan. Saat Teheran menggempur Israel beserta infrastruktur militer dan industrinya, rezim Tel Aviv akhirnya dipaksa menghentikan serangan sepihak pada 24 Juni. Setelah langkah itu, Iran juga menghentikan kampanye balasannya usai melancarkan 22 gelombang serangan sukses terhadap wilayah pendudukan.

IRGC menegaskan, jika AS maupun rezim Zionis berani mengulang agresi semacam itu, mereka akan menghadapi balasan yang jauh lebih keras daripada operasi militer yang sebelumnya dilakukan Iran terhadap Pangkalan Al-Udeid maupun wilayah pendudukan. (*)

Sumber: Fars News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA