BERITAALTERNATIF.COM – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras tindakan agresi terbaru rezim Israel terhadap Yaman, yang menyebabkan gugurnya Perdana Menteri Yaman, Ahmad Ghaleb Nasser al-Rahwi, bersama sejumlah menteri kabinet.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (30/8/2025) malam, kementerian menyebut serangan itu sebagai “kejahatan teroris” dan menyerukan tindakan segera dari komunitas internasional serta negara-negara Muslim untuk menghadapi “petualangan sembrono” rezim Zionis.
Kementerian menegaskan bahwa serangan brutal terhadap infrastruktur dan kawasan pemukiman di Yaman, disertai pembunuhan pejabat senior dan warga sipil yang tak bersalah, adalah “contoh nyata kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.”
Disebutkan juga bahwa serangan tersebut merupakan bentuk balas dendam Tel Aviv terhadap bangsa yang konsisten mendukung perjuangan Palestina.
“Serangan teroris ini dan kesyahidan para pejabat Yaman tidak akan melemahkan tekad bangsa Yaman yang bangga dan berani untuk mempertahankan martabatnya serta terus mendukung rakyat Palestina yang tertindas,” bunyi pernyataan itu.
Kementerian memperingatkan bahwa kejahatan semacam ini hanya akan memperdalam kebencian dan kemarahan dunia Islam terhadap Israel dan pendukung utamanya, Amerika Serikat.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Luar Negeri Iran juga menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan perdana menteri, para menteri, dan warga sipil Yaman.
Mereka menegaskan bahwa PBB beserta negara-negara anggotanya memikul tanggung jawab untuk segera menghentikan perang yang dilancarkan rezim Zionis serta menuntut para pemimpinnya agar bertanggung jawab.
Kementerian juga memperingatkan semakin besarnya ancaman dari ekspansionisme Israel dan “terorisme terorganisir” yang membahayakan perdamaian serta keamanan regional maupun internasional.
Pernyataan itu turut mengkritik sikap pasif Dewan Keamanan PBB yang justru membuat Israel semakin berani melanjutkan agresi militernya, merusak kedaulatan negara-negara kawasan, sekaligus melemahkan hukum internasional dan norma kemanusiaan.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan kembali kewajiban hukum dan moral semua pemerintahan untuk menghentikan genosida di Gaza serta mencegah jatuhnya lebih banyak korban akibat bombardir, kelaparan, dan blokade Israel.
Mereka menekankan pentingnya mengadili serta menghukum para pemimpin politik dan militer Zionis atas “kejahatan keji” yang mereka lakukan.
Di sisi lain, gerakan Ansharullah Yaman dalam pernyataan pada Sabtu menegaskan bahwa Al-Rahawi, yang menjabat sebagai perdana menteri di wilayah Yaman di bawah kendali mereka, diserang bersama anggota pemerintahan lainnya ketika menghadiri sebuah lokakarya.
“Kami akan menuntut balas, dan dari luka yang mendalam itu kami akan menempa kemenangan,” ujar Mahdi al-Mashat, seorang politisi sekaligus perwira militer Yaman yang kini menjabat Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, dalam sebuah pesan video.
Rezim Israel dalam beberapa bulan terakhir berulang kali menyerang posisi Houthi, sebagai balasan atas serangan kelompok Yaman itu terhadap wilayah pendudukan serta kapal-kapal Barat di Laut Merah dan Teluk Aden—semua dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata untuk rakyat Palestina di Gaza. (*)
Sumber: Tasnim News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin












