Search

Imam Jumat Qom: Hegemoni Amerika Runtuh di Hadapan Kekuatan Iran

Imam Jumat Qom, Ayatullah Sayyid Hashem Hosseini Bushehri. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Imam Jumat Qom, Ayatullah Sayyid Hashem Hosseini Bushehri, mengatakan hegemoni Amerika Serikat telah runtuh di hadapan kekuatan Republik Islam Iran dan keteguhan angkatan bersenjata negara tersebut. Menurutnya, citra Amerika sebagai negara adidaya juga mulai runtuh.

Dilansir dari Mehr News pada Sabtu (12/9/2026), dalam khutbah salat Jumat pekan ini di Musalla Quds, Qom, Ayatullah Hashem menyinggung kehadiran luas masyarakat Irak dalam pemakaman pemimpin yang gugur.

Dia mengatakan besarnya partisipasi masyarakat Irak dan kecintaan mereka terhadap pemimpin tersebut serta rakyat Iran patut mendapat perhatian.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berdiri bersama rakyat Iran. Masyarakat Irak sebelumnya telah menunjukkan dukungan mereka terhadap Iran dan dalam perkembangan terbaru dukungan tersebut terlihat dalam skala yang lebih luas.

Ayatullah Hashem mengatakan pertemuannya dengan para kepala suku dan masyarakat Irak menunjukkan bahwa mereka tidak memisahkan diri dari rakyat Iran dalam menghadapi perkembangan yang terjadi. Mereka siap mempertahankan dukungan tersebut apabila kondisi terus berlanjut.

Dia juga menyebut kecintaan masyarakat terhadap pemimpin yang gugur tidak terbatas pada satu wilayah. Dukungan serupa terdapat di berbagai negara, tetapi hambatan yang dibuat oleh pihak-pihak yang memusuhi Iran membuat ekspresi dukungan tersebut tidak selalu dapat terlihat secara terbuka dan luas.

Rakyat Iran Turun ke Jalan

Dalam bagian lain khutbahnya, Ayatullah Hashem menyinggung kehadiran masyarakat Iran setelah gugurnya pemimpin tersebut.

Dia mengatakan, sejak pemimpin itu gugur hingga Dewan Ahli Kepemimpinan menjalankan peran historisnya, masyarakat secara spontan turun ke berbagai tempat.

Menurutnya, masyarakat tidak mengosongkan jalan-jalan dan lapangan dari kemungkinan infiltrasi musuh. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa dalam situasi kritis, rakyat memahami tanggung jawab mereka dalam mempertahankan negara dan sistem Republik Islam.

Ia kemudian menekankan pentingnya menghargai kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Iran. Pernyataan Pemimpin Tertinggi dalam berbagai situasi merupakan modal penting bagi negara serta menjadi pedoman bagi pejabat dan masyarakat.

Ayatullah Hashem juga menyinggung sikap Pemimpin Tertinggi terhadap kinerja pemerintah. Dalam satu kesempatan pemerintah mendapat apresiasi atas pelayanannya, sementara dalam kesempatan lain ditekankan perlunya memperhatikan kelemahan dan menonjolkan kekuatan agar musuh tidak dapat memanfaatkan persoalan internal.

Dia mengingatkan agar masyarakat dan pejabat tidak bertindak seperti musuh dengan hanya menonjolkan kelemahan internal. Ketika negara menghadapi musuh, pelayanan dan upaya memperbaiki keadaan harus tetap berjalan, tetapi masyarakat juga harus berhati-hati agar ucapan dan tindakan mereka tidak berubah menjadi alat yang dapat dimanfaatkan pihak lawan.

Musuh Salah Menghitung Kekuatan Iran

Ayatullah Hashem mengatakan enam bulan setelah perang yang dilancarkan musuh terhadap Iran, masyarakat perlu melihat kembali perang tersebut tanpa terjebak pada distorsi informasi yang menurutnya berusaha ditanamkan musuh.

Menurutnya, penting untuk mengetahui siapa yang memulai perang dan apa tujuan mereka. Musuh lama Islam dan Revolusi Islam, termasuk rezim Zionis dan Amerika Serikat, memperkirakan kondisi kawasan telah memungkinkan mereka memberikan pukulan menentukan yang dapat menjerumuskan Republik Islam Iran ke dalam krisis.

Dia berpendapat, pihak lawan mengira front-front di sekitar Iran telah melemah. Perkembangan di Gaza, Lebanon, dan Suriah dinilai oleh mereka sebagai peluang untuk menyerang Republik Islam Iran.

Berdasarkan perhitungan tersebut, musuh diperkirakan menganggap bahwa satu pukulan menentukan dapat menggulingkan pemerintahan Iran. Karena itu, mereka berusaha menciptakan ketakutan di tengah masyarakat dengan menargetkan Pemimpin Tertinggi, para komandan, pejabat, ilmuwan, bahkan masyarakat.

Namun, kata Ayatullah Hashem, musuh mengabaikan satu hal penting, yakni bahwa rakyat Iran masih berada di garis depan dan siap menghadapi situasi tersebut.

Begitu mengetahui terjadinya peristiwa tersebut, masyarakat turun ke jalan dan menunjukkan dukungan terhadap negara serta sistem Republik Islam. Hal itu membuktikan bahwa perhitungan musuh mengenai masyarakat Iran keliru.

Dia juga mengatakan bahwa sejumlah pejabat intelijen dan keamanan Amerika bahkan telah menyatakan bahwa pencapaian tujuan tersebut tidak mungkin dilakukan. Namun, sebagian pihak dalam struktur politik dan militer Amerika memberikan penilaian berbeda demi mendapatkan dukungan Trump.

Ayatullah Hashem kemudian menyinggung pergerakan militer Amerika selama perang. Pasukan Amerika melakukan perpindahan dan perubahan susunan kekuatan, yang menunjukkan adanya persiapan untuk keterlibatan lebih besar di medan konflik.

Sebaliknya, angkatan bersenjata Republik Islam Iran bertindak dengan mengandalkan kemampuan mereka. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menggunakan rudal khusus untuk memberikan respons yang tegas dan berat kepada pihak lawan.

Dia bahkan menyatakan bahwa rudal Iran menghantam di atas kapal-kapal induk Amerika di kawasan dan menciptakan situasi yang sangat berat bagi mereka.

Menurutnya, pihak lawan sebelumnya memperkirakan bahwa penciptaan rasa takut dan kepanikan akan memungkinkan mereka mencapai tujuan. Namun, kehadiran rakyat di tengah masyarakat serta keteguhan dan respons angkatan bersenjata Iran telah menggagalkan perhitungan tersebut.

Hegemoni Amerika Disebut Runtuh

Ayatullah Hashem juga menyinggung pengalaman perundingan dengan AS. Dalam beberapa tahap perundingan, pihak lawan berulang kali melanggar kesepakatan.

Menurutnya, bahkan Presiden AS pernah mencapai sejumlah kesepakatan dengan Presiden Iran, tetapi beberapa hari kemudian kembali melakukan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran janji.

Dia mengatakan pengalaman tersebut menjadi alasan bagi Iran untuk berbicara secara terbuka mengenai karakter sebenarnya dari pihak lawan.

Ia menegaskan, sebelumnya terdapat pihak-pihak yang meyakinkan masyarakat Iran bahwa penyelesaian masalah dapat ditempuh melalui perundingan. Republik Islam Iran juga mengikuti jalur tersebut untuk membuktikan niat baiknya. Namun, yang terjadi kemudian adalah pelanggaran kesepakatan secara berulang.

Ayatullah Hashem mengatakan perkembangan terbaru dan respons angkatan bersenjata menunjukkan bahwa Republik Islam Iran memiliki kekuatan yang diperlukan untuk menghadapi ancaman.

Dia menilai kekuatan militer dan hegemoni Amerika tidak lagi seperti yang sebelumnya dibayangkan. Bahkan, sejumlah rival Amerika di dunia mulai mengejek sebagian tindakan dan kemampuan negara tersebut.

“Jika dahulu Amerika dipandang mampu memperkenalkan dirinya sebagai satu-satunya negara adidaya yang tak tertandingi di dunia, hari ini hegemoni tersebut telah runtuh di hadapan kekuatan Republik Islam Iran dan keteguhan angkatan bersenjata negara kami,” ujarnya dalam laporan tersebut.

Ia mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kekuatan Republik Islam Iran, perlawanan IRGC, Angkatan Darat, Basij, serta kehadiran dan keteguhan rakyat.

Menurutnya, musuh harus memahami bahwa rakyat Iran tidak akan mundur menghadapi ancaman dan agresi.

Ayatullah Hashem juga mengatakan dampak perkembangan tersebut bukan hanya persoalan militer, tetapi turut memengaruhi cara negara-negara lain memandang posisi AS.

Perang telah Melampaui Kawasan

Ayatullah Hashem juga menyinggung situasi politik di AS. Kondisi politik negara tersebut sedang mengalami kekacauan dan mengaitkannya dengan posisi Presiden AS serta pemilu paruh waktu yang semakin dekat.

Dia menegaskan bahwa meskipun Iran tidak memiliki kepentingan terhadap perkembangan politik internal Amerika, hal yang penting bagi Iran adalah bahwa permusuhan terhadap Islam, Alquran, dan rakyat Iran akan terus menghadapi respons dari masyarakat serta angkatan bersenjata Iran.

Mengenai pemimpin yang gugur, ia mengatakan tindakan musuh telah membuat rakyat Iran berduka. Namun, darah orang yang gugur tersebut justru menjadi pemicu kebangkitan besar yang dampaknya tidak hanya terbatas di Iran.

Ayatullah Hashem juga menyatakan bahwa rezim Zionis saat ini menghadapi kekalahan serta apa yang disebutnya sebagai kehinaan. Langkah-langkah yang semula diyakini musuh dapat memaksa rakyat Iran mundur justru menghasilkan dampak yang berlawanan dari perkiraan mereka.

Dia kemudian mengutip pernyataan Imam yang gugur sebelumnya bahwa jika musuh terus melakukan tindakan kekerasan, perang akan berubah menjadi perang regional. Peringatan tersebut kini telah terbukti.

“Dengan penuh penyesalan, pemimpin kita yang gugur tidak lagi berada di tengah kita, tetapi perang telah melampaui batas-batas kawasan dan memperoleh dimensi global,” katanya.

Ia menambahkan bahwa saat ini bahkan titik-titik rentan milik musuh di wilayah yang jauh juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan konflik tidak lagi terbatas pada satu titik di kawasan, tetapi telah memiliki jangkauan yang lebih luas. (*)

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA