BERITAALTERNATIF.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar Training Raya yang diikuti peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari Latihan Kader Kohati, Intermediate Training, hingga Senior Course tingkat nasional.
Ketua Umum HMI Cabang Samarinda Syahril Saili dalam sambutanya kepada para peserta dan tamu undangan menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penuh kesederhanaan.
Hal ini berkaitan dengan duka yang tengah dirasakan kader HMI setelah wafatnya salah seorang sahabat mereka, Affan Kurniawan, saat mengikuti demonstrasi pada 28 Agustus lalu.
Syahril mengingatkan seluruh kader untuk selalu menghargai makna dari tiga hal sederhana dalam kehidupan, yakni terima kasih, tolong, dan maaf.
Dia juga menyampaikan apresiasi besar kepada senior, alumni, serta seluruh pihak yang mendukung hingga Training Raya dapat terlaksana.
Ia secara khusus menyinggung kondisi bangsa yang saat ini sedang diuji. Melemahnya ekonomi, menurunnya daya beli masyarakat, hingga maraknya kesenjangan sosial, disebutnya sebagai cermin bahwa pejabat publik tidak boleh abai terhadap rakyat.
Syahril menilai seorang pemimpin seharusnya hadir di tengah masyarakat, mau berdialog, serta tidak menutup diri dari aspirasi rakyat.
Dia menekankan pentingnya seluruh kader HMI menjadikan prinsip amar ma’ruf nahi munkar sebagai pedoman perjuangan.
Nilai ini, menurutnya, tidak hanya berlaku bagi peserta training atau pengurus organisasi, melainkan juga harus dipegang teguh oleh para pejabat yang memiliki kewenangan dalam mengatur sistem di negara.
Bagi HMI, Islam bukan sekadar ritual, melainkan juga pedoman untuk menegakkan kebaikan dan menolak segala bentuk kezhaliman.
Prinsip ini bukan hanya untuk HMI sebagai panitia, instruktur, master of training, SC, maupun peserta, tetapi juga untuk para pejabat yang memiliki kewenangan.
Ia menegaskan bahwa pejabat publik tidak boleh main-main dalam mengemban amanah. “Mereka tidak boleh menyepelekan masyarakat karena rakyatlah yang menjadi pemilik kedaulatan,” ucapnya dalam sambutannya di acara pembukaan Training Raya HMI Cabang Samarinda di Teras Samarinda Jalan Gajah Mada pada Minggu (1/9/2025).
Para pejabat, kata Syahril, harus benar-benar memegang prinsip amar ma’ruf nahi munkar, karena pada dasarnya Islam jelas menentang segala bentuk kezhaliman.
Dia mengingatkan pejabat pemerintah yang diberi kewenangan sebagai pengatur sistem pemerintahan negara agar menjadikan Islam sebagai dasar perjuangannya.
Ia berharap kader-kader muda HMI mampu membawa cita-cita dalam menegakkan prinsip tersebut ke mana pun mereka berada, sembari mempersiapkan diri sebagai generasi yang akan mengisi masa depan bangsa.
“Saya berharap setelah kegiatan ini teman-teman tetap hadir di tengah masyarakat, menyuarakan aspirasi, menjaga solidaritas, dan jangan lupa untuk selalu menjaga diri serta kawan seperjuangan,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin












