Search

Dapur Fimizoe SPPG Bugis Samarinda Resmi Beroperasi, Didukung Tenaga-Tenaga Profesional

Ketua Yayasan Fimizioe Mohammad Zulkifli, Fitriana, menyerahkan tumpeng kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun sebagai wujud syukur atas pembukaan Dapur Fimizoe SPPG Bugis pada Kamis, 6 November 2025. (Berita Alternatif/Ulwan Murtadha)

BERITAALTERNATIF.COM – Dapur Fimizoe SPPG Bugis yang berlokasi di Go Mall Samarinda resmi dibuka untuk melayani para pelajar di Kota Samarinda dalam Program Makan Bergizi Gratis pada Kamis (6/11/2025).

Ketua Yayasan Fimizioe Mohammad Zulkifli, Fitriana, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus berperan aktif dalam menjalankan program MBG.

Dalam sambutannya, dia menjelaskan bahwa dapur yang melayani ribuan pelajar tersebut berada di bawah pengelolaan Yayasan Fimizioe Mohammad Zulkifli.

Yayasan tersebut berdiri sejak tahun 2023 sebagai wadah amal yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Sejak berdiri, yayasan ini telah aktif memfasilitasi berbagai kegiatan sosial, mulai dari membantu kebutuhan rumah ibadah, majelis taklim, hingga pelatihan bagi masyarakat tanpa memungut biaya.

“Kami sudah memfasilitasi hampir 50 organisasi sosial di seluruh Kalimantan. Semua kami gratiskan, karena sejak awal niat kami adalah untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengisahkan perjalanan panjang terbentuknya Dapur Fimizoe, yang awalnya menghadapi berbagai tantangan dan penolakan.

Namun semangat untuk melayani masyarakat membuat yayasan ini tetap bertahan dan akhirnya mendapat dukungan langsung dari Deputi Kepala BGN Pusat Bidang Promosi dan Kerja Sama Nyoto Suwignyo, yang mendorong agar dapur tersebut menjadi pilot project dapur MBG di Kalimantan.

“Beliau mengatakan dapur ini harus menjadi dapur percontohan di Kalimantan. Kami jalankan amanat itu sebaik-baiknya,” ucapnya.

Dapur Fimizoe juga menjadi pusat pelatihan dan sertifikasi tenaga masak di wilayah tersebut.

Fitriana mengungkapkan, setelah adanya persyaratan sertifikasi tenaga dapur dan keamanan pangan, pihaknya bergerak cepat memfasilitasi pelatihan bagi para juru masak.

Dalam waktu seminggu, pelatihan pertama berhasil dilaksanakan dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah, dari pelatihan pertama, ada sekitar 20 dapur yang mengirim tenaga juru masaknya untuk belajar di sini,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, Dapur Fimizoe didukung oleh sejumlah profesional berpengalaman, yang telah berkecimpung di bidang food and beverage selama 30 tahun serta chef yang turut menyusun menu-menu bergizi untuk program MBG.

Fitriana berharap keberadaan dapur ini dapat menjadi sentra pelatihan sekaligus pusat produksi makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami ingin dapur ini menjadi pusat pelatihan dan pengembangan bagi teman-teman yang membutuhkan keterampilan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan lahan dan fasilitas, dia tetap optimistis untuk memperluas jangkauan program.

Ia bahkan menargetkan agar Dapur Fimizoe dapat menjadi sentral dapur percontohan di Kalimantan.

“Kami bersyukur sudah bisa membangun satu titik utama seluas hampir 1.000 meter persegi. Ke depan, jika diberikan kesempatan dan dukungan, kami akan menambah lagi agar manfaatnya semakin luas,” tutupnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA