BERITAALTERNATIF.COM – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk mempercepat pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah di seluruh wilayah Kota Tepian.
Hal itu disampaikan saat pembukaan Dapur Fimizoe SPPG Bugis, yang berlokasi di Go Mall Samarinda, Kamis (6/11/2025).
Dalam sambutannya, Andi mengatakan bahwa program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya para pelajar.
Pemerintah Kota Samarinda, kata dia, akan memastikan seluruh kebutuhan dapur bergizi terpenuhi secara optimal.
“Kita berharap kebutuhan dapur-dapur bergizi seperti ini, yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah di Samarinda, dapat terpenuhi secara optimal dan merata di seluruh wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, hingga kini terdapat 73 dapur MBG yang telah direncanakan di Samarinda. Dari jumlah tersebut, 24 dapur telah menerima tambahan anggaran pembangunan melalui dukungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, 21 dapur sudah beroperasi aktif dan melayani kebutuhan gizi masyarakat.
“Awalnya kita hanya menargetkan pembangunan 11 dapur, namun kini sudah ada 21 yang berjalan. Kami akan terus berupaya agar pada tahun 2025 ini seluruh infrastruktur dapur MBG dapat rampung,” jelasnya.
Andi menegaskan, target Pemerintah Kota Samarinda memastikan bahwa pada tahun 2026, seluruh dapur tersebut sudah bisa beroperasi penuh dan melayani 135.000 siswa penerima manfaat program MBG di wilayah Samarinda.
“Ini bentuk komitmen kami dalam mendukung program prioritas Presiden di bidang ketahanan pangan dan gizi anak sekolah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Samarinda untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif.
Satgas ini berkoordinasi dengan perwakilan BGN dan perangkat daerah terkait untuk memantau progres pembangunan serta kesiapan operasional dapur.
“Kami sudah membentuk Satgas MBG dan juga menyiapkan instrumen teknologi informasi untuk memudahkan koordinasi antara Pemkot dan pihak BGN. Dengan sistem ini, komunikasi dan pelaporan bisa dilakukan secara cepat dan transparan,” paparnya.
Ia menyoroti pentingnya verifikasi data dapur agar tidak terjadi kesalahan persepsi terkait jumlah dapur yang sudah siap beroperasi.
Andi menegaskan, transparansi data sangat penting agar pelaksanaan program sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami tidak ingin seolah-olah semua dapur sudah penuh padahal belum siap. Kalau data tidak akurat, maka 135 ribu siswa bisa mengalami keterlambatan menerima layanan gizi,” katanya.
Wali Kota juga mengapresiasi dukungan BGN yang terus berkoordinasi dan memberikan asistensi teknis untuk mempercepat pembangunan dapur MBG di Samarinda.
Menurutnya, kerja sama lintas lembaga adalah faktor penting agar target nasional dapat tercapai.
“Dengan kolaborasi antara Pemkot, BGN, dan seluruh mitra pelaksana seperti Yayasan Fimizoe, insyaallah semua hambatan dapat diselesaikan. Kita ingin Samarinda menjadi contoh sukses pelaksanaan program MBG di Kalimantan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini terletak pada ketersediaan bahan pangan dan kesiapan infrastruktur dapur.
Namun, pihaknya optimistis dengan dukungan BGN serta partisipasi masyarakat, seluruh dapur yang telah terdaftar dapat beroperasi sesuai target.
“Kalau semua pihak berkoordinasi dengan baik, maka 73 hingga 74 dapur yang sudah direncanakan bisa berjalan maksimal. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tapi dengan kolaborasi, kita pasti bisa,” tegasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin












