Search

Harga Cabai di Pasar Tangga Arung Turun Drastis pada September 2025

Potret cabai rawit yang dijual oleh seorang pedagang di Pasar Tangga Arung Tenggarong. (Berita Alternatif/Rifa'i)

BERITAALTERNATF.COM – Harga cabai di Pasar Tangga Arung, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sepanjang September 2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Salah satu pedagang Pasar Tangga Arung, Chairul, mengatakan bahwa harga cabai saat ini relatif stabil.

Ia menyebutkan untuk cabai kualitas standar dijual di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, sedangkan jenis premium dipasarkan dengan harga Rp 50 ribu per kilogram.

“Kalau dibandingkan bulan lalu, harganya turun jauh. Awalnya sempat di angka Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu per kilo. Bahkan minggu lalu pernah sampai Rp 25 ribu per kilo,” ungkapnya saat ditemui di lapaknya, Sabtu (13/9/2025).

Dia mengatakan pasokan cabai yang dijualnya di Pasar Tangga Arung ini didatangkan dari Pasar Segiri Samarinda.

Sementara itu, kata Chairul, produksi cabai dari petani lokal di Kukar masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan pasar, khususnya di Tenggarong yang permintaan komsumsinya cukup besar.

“Kebutuhan cabai di sini besar, makanya harus dipasok dari luar daerah. Pertanian kita di Kukar masih kurang maksimal, baik dari kapasitas maupun hasil. Tanah di sini juga berbeda, jadi butuh modal lebih besar untuk menghasilkan produksi yang baik,” jelasnya.

Dalam sehari, Chairul bisa menjual antara 10 hingga 25 kilogram cabai, tergantung momen tertentu seperti acara besar atau meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Dari setiap kilogram yang dijual, dia mengaku mendapatkan keuntungan sekitar Rp 5 ribu.

Menurut dia, kondisi ini menjadi gambaran bahwa sektor pertanian di Kukar, khususnya hortikultura seperti cabai, masih memerlukan perhatian serius.

Ia mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan lebih maksimal. “Agar petani lokal mampu meningkatkan produktivitas,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifa’i
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA