BERITAALTERNATIF.COM – Lomba olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 kembali digelar dengan menghadirkan kelas khusus bagi anak Sekolah Dasar (SD).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni mengatakan, kelas khusus SD menjadi salah satu pembeda pelaksanaan olahraga tradisional Erau tahun ini.
“Yang membedakan tahun ini kita membuka kelas untuk anak-anak SD,” kata Ali di eks Gedung Wanita Tenggarong, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, langkah tersebut diambil karena cukup banyak anak-anak yang telah mengenal dan mengikuti olahraga tradisional dalam berbagai kegiatan sebelumnya.
Hingga saat ini, lebih dari 500 peserta telah mendaftar. Jumlah tersebut berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur serta sejumlah daerah dari luar provinsi.
Peserta dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah juga telah menyampaikan kesiapan untuk mengikuti perlombaan.
Empat olahraga tradisional yang dipertandingkan tahun ini meliputi beloko, begasing, ketapel, dan menyumpit.
Perlombaan dijadwalkan berlangsung sekitar lima hari di kawasan parkir Jembatan Repo-Repo Pulau Kumala Tenggarong.
Dispora Kukar menggandeng komunitas olahraga tradisional di Tenggarong untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, termasuk dalam penyediaan juri dan kebutuhan teknis perlombaan.
Dia menilai keterlibatan anak SD dalam lomba tersebut menunjukkan olahraga tradisional masih dikenal dan dimainkan oleh generasi muda.
Karena itu, ia berharap orang tua dan pemerintah dapat memberikan dukungan agar olahraga tradisional tidak kehilangan peminat di kalangan anak-anak.
“Anak-anak ini sudah banyak yang ikut. Artinya, olahraga tradisional ini masih dikenal dan dimainkan,” ujarnya.
Jumlah peserta tahun ini juga diperkirakan meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Dispora Kukar bahkan menargetkan jumlah peserta dapat mencapai 1.000 orang.
Meski jenis olahraga yang dipertandingkan masih sama seperti tahun lalu, penambahan kelas SD menjadi upaya untuk memperluas keterlibatan generasi muda dalam rangkaian Erau.
Dispora Kukar mengaku memiliki keterbatasan anggaran sehingga tidak dapat menyediakan hadiah perlombaan. Dukungan hadiah diberikan oleh pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Ali memastikan kualitas pelaksanaan tetap diupayakan seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan penambahan kelas anak SD sebagai salah satu pengembangan pada Erau 2026.
Kesultanan Kutai menanggung hadiah lomba olahraga tradisional dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026.
Dia mengatakan, dukungan hadiah tersebut diberikan pihak Kesultanan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah tahun ini.
“Tahun ini kami dalam kondisi anggaran yang cukup sederhana, terbatas. Kami tetap berusaha maksimal membantu atau men-support kegiatan Erau seperti biasa,” katanya.
Namun, untuk hadiah perlombaan, Dispora Kukar tidak dapat memberikan dukungan anggaran. Kebutuhan hadiah sepenuhnya didukung pihak Kesultanan.
“Untuk hadiah, saat ini kami memang tidak bisa support hadiah. Yang memberikan hadiah adalah pihak dari Kesultanan,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan kualitas penyelenggaraan olahraga tradisional tahun ini tetap diupayakan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pendaftaran masih dibuka hingga pelaksanaan lomba. Jumlah peserta dapat terus bertambah seiring penyebaran informasi di kalangan komunitas olahraga tradisional.
Adapun pengembangan tahun ini dilakukan melalui penambahan kelas usia anak-anak. Ali menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan olahraga tradisional sebagai milik masyarakat secara luas.
“Momentum yang kami ambil adalah bagaimana olahraga ini menjadi milik masyarakat seutuhnya. Terbukti, sasaran kita hari ini untuk anak-anak,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau dapat terus menjadi momentum pembinaan sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Devi Nila Sari











