BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar tengah menata kembali dua pasar besar di wilayah Tenggarong, yakni Pasar Taman Ulin (Lapangan Pemuda), Pasar Tangga Arung, dan Pasar Mangkurawang.
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayyid Fathullah, menjelaskan bahwa penataan ini merupakan bagian dari rencana besar untuk menghadirkan sistem perdagangan yang lebih tertib, modern, dan ramah masyarakat.
Menurut Fathullah, Lapangan Pemuda atau Pasar Taman Ulin hanya berfungsi sementara sebagai lokasi relokasi pedagang saat Pasar Tangga Arung dibangun.
Setelah seluruh pedagang dikembalikan ke pasar baru itu, area Taman Ulin akan dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai ruang publik dan sarana olahraga.
“Lapangan Pemuda itu sifatnya sementara, mereka ditempatkan di situ selama menunggu proses pembangunan. Tapi ada juga pedagang yang memilih berjualan di rumah atau secara online. Jadi, mereka itu akan dikembalikan ke Pasar Tangga Arung,” jelasnya kepada awak media di Pendopo Odah Etam Tenggarong pada Kamis (30/10/2025).
Dia menambahkan, setelah proses pemindahan selesai, area Taman Ulin akan diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar untuk dikelola kembali sebagai fasilitas olahraga masyarakat.
“Akan dimanfaatkan mungkin untuk lapangan olahraga, semacam lapangan basket, mini-soccer, tenis, dan lainnya. Jadi, kembali ke fungsi awalnya sebagai lapangan olahraga. Dulu memang sepak bolanya pakai rumput, sekarang kan sudah musim mini-soccer, tinggal Dispora yang manfaatkan aset itu,” tuturnya.
Sementara itu, Pasar Tangga Arung dirancang menjadi pasar semi-modern yang tidak hanya menjadi pusat aktivitas jual beli, tetapi juga berfungsi sebagai ruang sosial, edukatif, dan wisata kota.
“Jadi, nanti itu pasar kering, tidak ada lagi aktivitas sembelih, potong ayam, ikan, atau daging, serta sayuran. Di situ benar-benar kita ciptakan sebagai pasar yang semi-mal—tempat wisata, edukasi, literasi, olahraga, dan nongkrong yang nyaman di tengah kota,” jelasnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Disperindag Kukar akan menempatkan sejumlah petugas dari berbagai instansi.
“Nanti di Pasar Tangga Arung itu akan ditempatkan semacam kantor bersama. Di situ ada Babinsa, ada Satpam, Satpol PP, forum masyarakat, bahkan mungkin juga PMK untuk berjaga kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, kita sudah siapkan instrumennya untuk menjaga agar jangan ada yang mencoba bikin lapak-lapak ilegal seperti dulu,” terangnya.
Fathullah menambahkan, sistem pengawasan akan dilakukan non-stop, termasuk di akhir pekan, untuk memastikan pasar tetap tertib dan bebas dari pedagang liar. Pasar ini akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis di bawah Disperindag Kukar.
Sedangkan Pasar Mangkurawang tetap difungsikan sebagai pasar tradisional subuh yang menjadi pusat aktivitas jual beli skala besar untuk kebutuhan harian masyarakat, warung, dan acara-acara sosial.
“Pasar Mangkurawang itu tetap dengan keharapan lokalnya, sebagai pasar subuh. Di situ setiap orang bisa membeli dalam jumlah besar—ikan, ayam, daging, sayur, buah, dan bahan-bahan segar untuk jualan atau selamatan. Operasionalnya mulai jam 2 subuh sudah ramai sampai jam 10 atau jam 11 siang,” paparnya.
Dia menambahkan, aktivitas di Pasar Mangkurawang dan Pasar Tangga Arung saling melengkapi agar tidak saling mengganggu.
“Nanti Pasar Tangga Arung akan mulai buka antara jam 7 sampai 8 pagi sampai jam 12 malam. Jadi, tidak ada yang terganggu. Dua-duanya punya fungsi masing-masing,” ujarnya.
Dengan penataan ini, Disperindag Kukar berharap tiga pasar besar di Tenggarong dapat saling melengkapi: Pasar Mangkurawang sebagai pusat grosir subuh, Pasar Tangga Arung sebagai pusat semi-modern dan wisata kota, serta Lapangan Pemuda (Taman Ulin) yang kembali menjadi ruang publik olahraga masyarakat.
“Semua ini bagian dari penataan agar ekonomi rakyat tetap berjalan, tapi Kota Tenggarong juga makin tertib, indah, dan hidup,” tutup Fathullah. (*)
Penulis: Ulwan Murtadha
Editor: Ufqil Mubin












