BERITAALTERNATIF.COM – Disdikbud Kabupaten Kukar mendorong paradigma baru dalam proses belajar mengajar melalui penerapan metode deep learning.
Plt. Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana menjelaskan bahwa deep learning bukanlah sebuah kurikulum yang baru.
“Bukan sebuah kurikulum yang kemudian dia mata pelajarannya itu berubah gitu. Jadi esensinya bukan itu,” ucap dia saat diwawancarai awak media ini, Senin (2/6/2025).
Ia menerangkan deep learning adalah sebuah metode pembelajaran dengan pendekatan yang lebih mendalam, bermakna, serta menyenangkan dalam proses belajar para siswa.
Selain itu, pendekatan ini mendorong guru untuk menciptakan suasana belajar yang aktif serta kreatif.
Sehingga, siswa tidak hanya memahami materi secara tekstual, tetapi juga dapat berpikir kritis, logis, hingga mampu menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata.
“Jadi dia sebenarnya bukan kurikulum yang kita pahami sebagai perubahan, kayak misalnya kurikulum K-13 kemudian berubah menjadi kurikulum merdeka,” ujar Emi.
“Tidak ada kurikulum deep learning itu enggak ada. Namanya deep learning itu adalah metode pembelajaran,” tambahnya.
Dia mengungkapkan bahwa mereka telah memberikan pelatihan-pelatihan mengenai penggunaan metode deep learning dalam proses pembelajaran.
“Jadi sudah kita sosialisasikan, sudah semua di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk deep learning dan juga ke Kepala Sekolah,” pungkasnya. (adv)
Penulis & Editor: M. As’ari











