Search

Dapur Enggang Sukarame Salurkan Makanan Bergizi kepada Ribuan Siswa di Tenggarong

Proses penyiapan dan penyaluran makanan dari Dapur Enggang ke para siswa di Tenggarong. (Berita Alternatif/Ufqil Mubin)

BERITAALTERNATIF.COM – Dapur Dua Enggang yang berlokasi di Kelurahan Sukarame Kecamatan Tenggarong memulai program penyaluran makanan bergizi gratis untuk para pelajar di Tenggarong pada Senin (21/7/2025).

Mitra Dapur Enggang Rinaldi Kafka menyampaikan bahwa dapur ini mulai resmi beroperasi dan menyalurkan makanan bergizi kepada ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Menurut dia, ide untuk mendukung program ini berawal dari semangat memberikan kontribusi nyata bagi anak-anak Indonesia.

“Ini pertama kalinya saya lihat program pemerintah yang benar-benar langsung menyentuh perut rakyat. Jadi, kami langsung dukung,” ujarnya.

Dapur Enggang hadir berkat kemitraan dengan Yayasan Berkah Peduli Nusantara Abadi dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kita bertemu, diskusi, dan akhirnya resmi menjadi mitra BGN, melalui kontrak kerja sama dengan yayasan,” tambahnya.

Dapur Enggang dibangun dengan standar yang ketat sesuai SOP dari BGN. Fasilitasnya mencakup ruang dapur, ruang saji, ruang makan, serta kelengkapan alat makan berbahan food grade (jenis 304), yang secara lokal disebut “ompreng”.

Tidak hanya bangunan dan peralatan, sarana penunjang seperti kendaraan pengantar makanan juga disiapkan sendiri oleh mitra. Semua ini menunjukkan keseriusan pihak pengelola untuk memenuhi standar nasional dalam distribusi makanan bergizi.

Saat ini, Dapur Enggang telah memulai operasional dengan menyediakan sekitar 2.500 porsi makanan per hari, dan ditargetkan akan meningkat hingga 3.500 porsi seiring peningkatan kapasitas dan kesiapan tenaga kerja.

Makanan disalurkan ke 11 sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di sekitar wilayah Sukarame. Beberapa sekolah yang disebutkan antara lain SMP YPK, SMA Geologi Pertambangan, dan sejumlah SD di wilayah tersebut.

Program ini tidak hanya menyehatkan siswa, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal. “Seluruh karyawan dan relawan dapur berasal dari warga sekitar, khususnya RT-RT di wilayah Sukarema,” jelas Rinaldi.

Total terdapat 47 orang tenaga kerja lokal, ditambah 3 orang dari BGN, termasuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab penuh atas manajemen dapur.

Dapur Enggang akan beroperasi lima hari dalam seminggu, yakni Senin hingga Jumat. Rinaldi berharap program ini terus berkelanjutan selama pemerintah tetap menjalankan kebijakan bantuan gizi untuk anak-anak sekolah.

“Harapan kami, ke depan tidak ada lagi ketimpangan gizi di antara siswa-siswa sekolah. Walaupun kondisi ekonomi orang tua berbeda-beda, anak-anak tetap mendapat asupan yang setara,” ucapnya penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap cita-cita Indonesia Emas. “Kalau anak-anak kita sehat secara gizi, maka mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan bebas dari stunting,” ucapnya.

Dapur Dua Enggang merupakan salah satu dapur yang beroperasi di bawah naungan mitra BGN dan Yayasan Berkah Peduli Nusantara Abadi. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak Indonesia, dapur ini menjadi model sinergi antara masyarakat, yayasan, dan pemerintah dalam mewujudkan keadilan pangan di sektor pendidikan. (*)

Penulis & Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA