Search

Badai Al-Aqsa Menghancurkan Superioritas Militer Israel

Perwakilan Gerakan Jihad Islam di Iran mengatakan bahwa Operasi Badai Al-Aqsa telah menghancurkan ilusi keunggulan intelijen dan militer rezim Zionis. (Mehr News)

BERITAALTERNATIF.COM – Selama beberapa dekade, rezim Israel berusaha menampilkan citra sebagai kekuatan dengan keunggulan intelijen dan militer. Namun, Operasi Badai Al-Aqsa menghancurkan anggapan itu hanya dalam satu pagi. Operasi tersebut tak dapat dipulihkan sehingga mematahkan kekuatan musuh; karena itu, rezim Israel berdiri dalam keadaan terhina di hadapan dunia.

Operasi ini menyingkap apa yang selama ini disembunyikan—seperti penghancuran rumah sakit, sekolah, dan masjid, pembantaian anak-anak serta perempuan, dan kemunafikan mereka yang mengaku membela hak asasi manusia.

Semua kejahatan itu kini tampak jelas di mata dunia. Kemampuan perlawanan untuk menembus wilayah yang berada di bawah kendali Israel, merebut posisi militer, dan menawan personel Israel memberikan pukulan psikologis dan strategis terhadap penjajah—sesuatu yang belum pernah terjadi sejak tahun 1948.

Dalam rangka memperingati dua tahun Operasi Badai Al-Aqsa, kami berbicara dengan Nasser Abu-Sharif, perwakilan Gerakan Jihad Islam di Iran.

Dua tahun telah berlalu sejak Operasi Badai Al-Aqsa. Bagaimana peristiwa ini dipandang dalam sejarah perlawanan Palestina?

Operasi Badai Al-Aqsa merupakan titik balik penting karena mematahkan persamaan keunggulan mutlak Israel dan menempatkan perjuangan Palestina kembali ke pusat perhatian dunia. Aturan baru dalam pertempuran ini adalah deterrence atau penangkalan yang saling berimbang. Musuh memang bisa melukai, tetapi tidak mampu menyelesaikan tugasnya, sementara biaya domestik dan internasional dari agresinya kini meningkat tajam.

Melihat berbagai aksi spontan dan populer di seluruh dunia untuk mendukung rakyat Palestina—seperti keberangkatan kapal Madleen, Hanzala, dan Sumud menuju Gaza—pesan apa yang disampaikan Operasi Badai Al-Aqsa kepada umat Islam dan semua bangsa pecinta kebebasan?

Aksi sukarela dan populer semacam ini membawa dua pesan. Pesan pertama ditujukan kepada rakyat Palestina yang membela Al-Quds dan tanah air mereka. Pesan kedua ditujukan kepada dunia, bahwa masyarakat dunia telah jenuh dengan penindasan penjajah terhadap rakyat Palestina dan kini berusaha menembus blokade Jalur Gaza.

Bagaimana kondisi Poros Perlawanan saat ini dan apa prioritasnya setelah perang?

Poros Perlawanan kini berada pada tingkat koordinasi yang lebih tinggi dan memiliki kemampuan penangkalan yang semakin terhubung. Prioritas Poros Perlawanan mencakup penguatan gencatan senjata dan perlindungan terhadap warga sipil, penyatuan arah politik Palestina, pengembangan strategi penangkalan cerdas, serta mempercepat upaya hukum dan diplomatik untuk menuntut kejahatan Israel.

Apa dampak Operasi Badai Al-Aqsa terhadap masyarakat Israel dan masa depan kabinet Netanyahu?

Operasi Badai Al-Aqsa mengungkap berbagai kegagalan rezim Israel, seperti krisis kepercayaan terhadap lembaga-lembaga keamanan serta kemerosotan ekonomi rezim tersebut. Bahkan jika kabinet Netanyahu saat ini bertahan untuk sementara waktu, cakrawala strategisnya tetap sempit dan penuh biaya.

Bagaimana budaya perlawanan menyebar di kalangan generasi muda Palestina?

Perlawanan praktis kini telah menjadi sebuah norma. Belajar di tengah serangan, menjadi relawan, bertahan hidup dengan berwirausaha, serta membuat konten dalam berbagai bahasa kini menjadi ciri budaya perlawanan generasi baru. Perlawanan telah berubah dari sekadar slogan menjadi cara hidup.

Apakah Operasi Badai Al-Aqsa menciptakan front global melawan kebijakan pendudukan Tel Aviv?

Ya. Operasi ini tidak hanya melahirkan front militer, tetapi juga membangun jaringan tekanan moral dan hukum yang berlapis terhadap Israel. Contohnya termasuk meningkatnya pengakuan terhadap negara Palestina, pembatasan penjualan dan pemberian senjata kepada Israel, bertambahnya kasus internasional terhadap rezim tersebut, dan gelombang sanksi baru terhadap warga dan pejabat Israel. Semua ini merupakan bentuk tekanan multi-level terhadap rezim Zionis.

Apa makna reaksi dunia, khususnya posisi pemerintah Barat, bagi masa depan tatanan internasional?

Setelah 7 Oktober, terjadi jurang yang dalam antara pemerintah dan opini publik. Pesan praktisnya adalah bahwa hukum kemanusiaan internasional kini menjadi alat penekan yang menimbulkan biaya, dan monopoli narasi Barat mulai runtuh. Dunia sedang bergerak menuju keragaman etis dan hukum yang menjadikan pendudukan semakin mahal bagi Israel.

Apa dampak operasi ini terhadap kohesi dan pembentukan Poros Perlawanan di kawasan?

Tingkat koordinasi di lapangan antara berbagai front perlawanan meningkat, sementara intensitas bentrokan tetap dikelola agar tidak berkembang menjadi perang berskala penuh. Poros Perlawanan kini memiliki kohesi fungsional yang lebih jelas dan kemampuan yang lebih besar untuk memaksakan biaya berkelanjutan terhadap Israel.

Perubahan apa yang dibawa Operasi Badai Al-Aqsa terhadap keseimbangan penangkalan (deterrence)?

Operasi Badai Al-Aqsa telah mengubah penangkalan sepihak Israel menjadi penangkalan timbal balik yang relatif seimbang.

Setiap agresi berskala besar kini membawa konsekuensi yang dalam dan menciptakan isolasi politik yang kian meningkat, meskipun kekuatan serangan musuh tidak boleh diremehkan. (*)

Sumber: Mehr News
Penerjemah: Ali Hadi Assegaf
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA