BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan hasil langsung dari keteguhan kelompok perlawanan serta persatuan porosnya. Ghalibaf menekankan bahwa kesepakatan tersebut harus disikapi dengan hati-hati.
Gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku pada Jumat pukul 00.00, setelah tekanan berkelanjutan dari Iran yang mengaitkan setiap kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dengan penghentian serangan Israel ke Lebanon.
Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan, “Kami akan menangani gencatan senjata ini dengan hati-hati, dan kami akan tetap bersama hingga kemenangan sepenuhnya terwujud,” seraya menegaskan bahwa fase saat ini tetap memerlukan kewaspadaan meskipun pertempuran telah dihentikan.
Ia juga memuji peran Pakistan dalam upaya mediasi, serta berterima kasih kepada Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, atas kontribusinya dalam mengamankan gencatan senjata tersebut. Ghalibaf menutup dengan pernyataan: “Kami menepati janji kami.”
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Asim Munir di Teheran, dia menegaskan bahwa Lebanon merupakan “bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata komprehensif”, dan setiap kesepakatan harus mencakup penghentian agresi di wilayah Lebanon.
Posisi ini juga ditegaskan dalam percakapan telepon antara Ghalibaf dan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, di mana kedua pihak menekankan “perlunya memprioritaskan gencatan senjata di Lebanon sebelum hal lainnya.”
Kedua pejabat tersebut juga membahas perkembangan terbaru di kawasan dan di Lebanon, khususnya di wilayah selatan, di tengah agresi Israel yang masih berlangsung, serta membandingkannya dengan situasi di Jalur Gaza. (*)
Sumber: Al Mayadeen












