Search

Araghchi: Masalah Barat Adalah Kemajuan Ilmu di Iran

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan dalam kunjungannya ke para pengelola industri nuklir negara bahwa masalah negara-negara Barat sebenarnya bukan pada senjata nuklir, tetapi pada kemajuan ilmu pengetahuan ini di Iran. (Tasnim News)

BERITAALTERNATIF – Menurut laporan desk politik luar negeri Tasnim, Seyyed Abbas Araghchi pada hari Senin, saat mengunjungi Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), mengatakan bahwa dirinya telah bertahun-tahun mengenal dan bekerja sama dengan lembaga ini. Ia menyebut sudah berkali-kali mengunjungi berbagai fasilitas organisasi tersebut, dan bahwa setiap kali melihat kemajuan baru, ia merasakan kegembiraan dan kebanggaan yang luar biasa.

Ia menegaskan bahwa industri nuklir kini telah berubah menjadi industri yang sangat besar dan berkembang pesat di berbagai bidang. Berlawanan dengan anggapan bahwa industri ini hanya berkaitan dengan pengayaan uranium, ia menekankan bahwa berbagai pekerjaan penting yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat—mulai dari sektor medis, kesehatan, lingkungan, pertanian hingga industri—sedang dilakukan dan dikembangkan di dalam organisasi dan industri nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa teknologi nuklir hadir di semua bidang dan sektor, membantu pengembangan berbagai aspek kehidupan, dan membuat laju kemajuan ilmu pengetahuan di negara ini semakin cepat. Ia menyatakan bahwa teknologi ini memberi manfaat besar bagi beragam industri serta kehidupan masyarakat.

Araghchi mengatakan bahwa melihat para ilmuwan dan pakar yang bekerja dan mengabdi di pusat-pusat tersebut membuat dirinya merasa bangga. Ia menyampaikan terima kasih kepada Mohammad Eslami, Kepala Organisasi Energi Atom Iran, serta seluruh staf organisasi tersebut.

Ia menambahkan bahwa hubungan antara Kementerian Luar Negeri dan Organisasi Energi Atom sudah lama dan bersifat permanen. Hubungan ini, menurutnya, mengikuti standar, dimensi, dan protokol internasional yang harus dijalankan dalam konteks interaksi global.

Diplomat senior Iran ini melanjutkan bahwa di forum internasional dan organisasi-organisasi khusus, Kementerian Luar Negeri selalu berada di sisi Organisasi Energi Atom Iran dan memanfaatkan kapasitas diplomasi untuk membantu lembaga tersebut menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Ia mengakui bahwa banyak tantangan telah dan masih ada, namun menyatakan keyakinannya bahwa tantangan-tantangan tersebut akan dapat diatasi bersama.

Dalam menjawab pertanyaan mengenai upaya negara-negara Barat yang selalu berusaha membatasi aktivitas luas nuklir Iran—yang meliputi industri, kesehatan, pengobatan, dan pertanian—hanya pada isu pembuatan senjata nuklir, Araghchi menjelaskan bagaimana hal tersebut dapat disangkal. Ia menegaskan bahwa masalah Barat sebenarnya bukan pada senjata nuklir, tetapi pada kemajuan ilmu pengetahuan ini di Iran.

Ia menambahkan bahwa Iran, melalui ilmuwan dan para pakarnya, telah sukses memasuki sebuah bidang ilmiah yang sangat sensitif dan kompleks, yang memiliki dimensi penting di sektor kesehatan, industri, lingkungan, dan pertanian. Menurutnya, negara-negara Barat ingin menjaga monopoli pengetahuan ini bagi mereka sendiri. Oleh sebab itu, isu senjata nuklir dijadikan alasan dan dalih.

Araghchi melanjutkan bahwa negara-negara Barat mengetahui bahwa Iran selama lebih dari 20 tahun telah berinteraksi, bernegosiasi, dan berdialog mengenai program nuklirnya. Jika Iran berniat membuat senjata nuklir, maka selama ini seharusnya sudah dilakukan, karena kapasitas teknisnya memang ada. Namun, Iran selalu berusaha membuktikan bahwa program nuklirnya bersifat damai. Setiap kali diperlukan, Iran melakukan langkah-langkah membangun kepercayaan, dan kapan pun dibutuhkan, Iran bekerja sama dengan organisasi internasional, termasuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Meski demikian, menurutnya, Barat tetap mencari-cari alasan.

Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tujuan utama pihak Barat adalah mencegah Iran mencapai kemampuan dan teknologi tersebut—yakni menjaga semua keunggulan itu hanya dalam monopoli mereka. Ia menegaskan bahwa teknologi ini merupakan ilmu yang sangat kompleks dan maju, serta sebuah pencapaian ilmiah yang sangat besar bagi para ilmuwan Iran. Tidak ada seorang pun yang dapat mengabaikan atau meniadakan pencapaian tersebut.

Araghchi menuturkan bahwa Iran telah berupaya keras dan melakukan banyak pengorbanan untuk meraih capaian-capaian ini. Ia menyebut para ilmuwan Iran telah mengorbankan darah mereka untuk industri ini dan telah berjuang demi kemajuannya. Karena itu, menurutnya, jelas bahwa tidak ada satu pun orang di Iran yang akan melepaskan hak ini.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri akan tetap bersama Organisasi Energi Atom Iran dan akan selalu membela hak-hak warga Iran serta hak-hak lembaga tersebut. Karena menurut keyakinan mereka, hak-hak ini harus dijaga dan dilaksanakan.

Araghchi menambahkan bahwa pada akhirnya, menurut pandangannya, negara-negara Barat tidak akan punya pilihan selain menerima Iran sebagai salah satu pusat keilmuan penting dalam bidang industri nuklir damai.

Disebutkan pula bahwa Menteri Luar Negeri, bersama sejumlah wakil dan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri, pada Senin pagi mengunjungi Organisasi Energi Atom Iran. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau pameran pencapaian terbaru industri nuklir, reaktor penelitian Syahid Fakhrizadeh (Teheran), serta laboratorium produksi radiofarmasi. Ia juga mendapat informasi mengenai aktivitas terbaru organisasi tersebut di sektor industri, medis, penelitian, dan berbagai bidang teknis lainnya. (*)

Sumber: Tasnim News
Penerjemah dan Editor: Ali Hadi Assegaf

 

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA