BERITAALTERNATIF.COM – Di tengah polemik nasional mengenai vasektomi, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Andi Satya Adi Saputra menyampaikan pandangannya yang menekankan aspek kebebasan individu dalam membuat keputusan medis yang bersifat permanen tersebut.
Dia menggambarkan vasektomi sebagai bentuk kontrasepsi permanen yang tidak bisa dibatalkan, sehingga pilihan ini harus diambil secara sadar dan tanpa tekanan.
“Vasektomi atau yang sering disebut juga sebagai kontab adalah kontrasepsi yang tidak bisa dibalikkan. Oleh karena itu, salah satu syaratnya adalah individu harus benar-benar mantap dengan keputusannya. Ini bukanlah keputusan yang bisa dipaksakan,” ujarnya saat ditemui di DPRD Kaltim pada Sabtu (24/5/2025).
Andi Satya juga menyoroti bahwa campur tangan pemerintah dalam menentukan kebijakan wajib vasektomi tidaklah bijak. Pasalnya, keputusan tersebut harus berdasarkan kemauan pribadi.
“Seandainya pemerintah menginginkan keputusan ini diwajibkan, saya rasa itu kurang tepat. Keputusan mengenai penggunaan vasektomi seharusnya lahir dari keinginan dan kesepakatan pribadi masing-masing individu,” lanjutnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk memahami konsekuensi medis dan emosional dari prosedur ini, sembari menggarisbawahi pentingnya keterbukaan informasi.
“Karena ini adalah tindakan yang tidak reversible, sangat penting bagi setiap orang untuk mendalami konsekuensi dari langkah tersebut. Diskusi terbuka, dukungan keluarga, dan informasi akurat menjadi kunci untuk membuat keputusan yang tepat,” tambahnya.
Andi Satya menyampaikan komitmen DPRD Kaltim untuk terus mengawal isu ini agar tidak menimbulkan paksaan atau tekanan terhadap masyarakat.
“Dan memastikan setiap keputusan yang diambil adalah hasil dari kesadaran dan keinginan individu, bukan paksaan,” tutupnya. (Adv)
Penulis: Ali
Editor: Ufqil Mubin












