Search

Alfamidi Lepas Lawson, Strategi Baru atau Langkah Mundur?

Foto: Gerai Lawson (detik.com)

BERITAALTERNATIF.COM – PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), operator jaringan ritel Alfamidi yang telah resmi menjual kepemilikan atas PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS) pihak pengelola gerai Lawson di Indonesia, kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT). Langkah ini sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk merapikan komposisi bisnis, mengingat AMRT juga merupakan entitas afiliasi pada sektor ritel yang sama.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi korporasi untuk memperkuat fokus bisnis utama MIDI di sektor perdagangan eceran. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen MIDI menjelaskan bahwa dana hasil penjualan LWS akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional serta belanja modal perseroan sepanjang tahun 2025. Perseroan juga menyebutkan bahwa pembiayaan tersebut akan melengkapi dana internal yang telah disiapkan sebelumnya.

MIDI menargetkan pembukaan 200 gerai baru sepanjang 2025. Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan menganggarkan belanja modal sebesar Rp1,5 triliun yang akan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembangunan gerai dan gudang baru, perpanjangan masa sewa, serta renovasi fasilitas yang sudah ada. Manajemen optimistis strategi ini dapat mendongkrak kinerja operasional serta meningkatkan efisiensi usaha.

Menurut laporan keuangan terbaru, kontribusi Lawson terhadap total pendapatan MIDI tergolong minim. Pada akhir tahun fiskal 2024, kontribusinya tercatat hanya 6,8% dan menurun menjadi 4,3% pada kuartal pertama 2025. Hal ini memperkuat alasan strategis di balik keputusan penjualan, yakni mengoptimalkan portofolio bisnis yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi pemegang saham.

Terkait penutupan 300 gerai Lawson sepanjang 2024, manajemen MIDI menegaskan bahwa penyesuaian jumlah gerai merupakan hal yang lumrah dalam industri ritel. Faktor-faktor seperti pemilik properti yang enggan memperpanjang masa sewa, hingga perubahan kondisi lingkungan yang berdampak terhadap kinerja gerai, menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Setelah menyelesaikan proses divestasi atas LWS, manajemen MIDI menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk menjalin kerja sama baru dengan perusahaan ritel lokal maupun global. Fokus ke depan sepenuhnya diarahkan pada penguatan lini bisnis utama dan penciptaan efisiensi operasional.

Dengan langkah strategis ini, MIDI berharap dapat memperbaiki struktur keuangan perusahaan, khususnya dalam hal arus kas dan laba rugi, sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan jangka panjang dan imbal hasil bagi pemegang saham. (*)

Sumber : CNBCIndonesia
Editor : M.Anshori

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA